Pencarian KM Sinar Bangun Dibantu Paranormal, Ini Ritualnya

Kamis, 21 Juni 2018 | 12.15 WIB

Bagikan:
Ibu boru Simarmata saat melakukan ritual permohonan di pinggir pelabuhan Simanindo. Foto: hetanews.com
Samosir, SetaraPost - Ada pemandangan yang tak biasa dari upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Selain pengerahan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, BPBD, dan Pemerintah setempat, kali ini upaya pencarian korban melibatkan paranormal.

Ibu boru Simarmata yang merupakan paranormal yang turut membantu pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun ini melakukan ritual untuk mendeteksi keberadaan mayat dan kapal yang tenggelam.

Dilansir dari hetanews.com, Ibu boru Simarmata menyampaikan beberapa petunjuk kepada pihak yang turut serta dalam pencarian korban.

"Hu hasundutan," ujar boru Simarmata yang mengartikan guna pencarian ke arah matahari terbenam kepada nakhoda kapal.

Saat mengadakan ritual ini, Ibu boru Simarmata ini mengenakan pakaian kebaya berwarna hitam dengan berselendang ulos sambil mengunyah daun sirih dimulutnya.

Ibu ini juga melakukan ritual yang dalam kebudayaan Batak Toba disebut "Martonggo", yaitu memanjatkan permohonan dengan mengapit daun sirih pada kedua tangannya dan kepalanya menunduk.

Kapal yang mengangkut tim gabungan bersama dengan Ibu boru Simarmata diminta oleh boru Simarmata untuk berhenti di tengah perairan antara pelabuhan Simanindo dan Tigaras.

"So jo, ison dua halak," ujar boru Simarmata yang bermaksud untuk mengatakan bahwa di posisi bawah kapal yang mereka tumpangi terdapat dua orang mayat yang perlu ditandai.

"Baen hamu taddana," ucap boru Simarmata yang meminta agar tim menandai posisi tersebut.

" Ison do kapal i manongnong," sambung boru Simarmata yang menunjukkan posisi KM Sinar Bangun tenggelam.

Mendengar ucapan dari boru Simarmata, tim memohon agar mayat yang berada di KM Sinar Bangun agar muncul ke permukaan danau.

"Namboru," ujar tim yang memanggil ibu boru Simarmata.

"Elek ma jolo asa mumbang akka jolma na di bagas kapal i," ujar rombongan yang artinya agar boru Simarmata memanjatkan permohonan supaya jasad para korban terapung ke permukaan.

Mendengar permintaan rombongan, ibu boru Simarmata tampak menangis. Suaranya terdengar tersendak-sendak.

"Maol do bah, maol," jawab boru Simarmata dikarenakan sulit untuk memanjatkan permohonan sesuai permintaan rombongan.

"Suruh hamu ma na punasa kapal i paluahon dua darapati na bontar," pintanya agar sang pemilik KM Sinar Bangun melepas dua ekor burung merpati berwarna putih.

Setelah beberapa menit, tim gabungan berinisiatif menyandar ke pelabuhan Simanindo untuk mengambil perlengkapan.
Bagikan:
KOMENTAR