Ada Aksi di Kawasan Taman Sri Deli dan Istana Maimoon, Kapolrestabes Imbau Warga Hindari Lokasi

Jumat, 20 Juli 2018 | 17.12 WIB

Bagikan:
Medan, Setara Post
Kapolrestabes Kombes Pol Dadang Hartanto mengimbau warga Kota Medan untuk tidak melintas di kawasan Taman Sri Deli pada hari Minggu (22/7/2018) mendatang. Kombes Dadang mengatakan, pada hari tersebut akan ada aksi besar di dua titik Kota Medan.

Aksi bakal digelar oleh 3 elemen, di mana 2 di antaranya pro kepemimpinan Jokowi, dari kelompok Deklarasi Relawan Jokowi 2 Periode serta Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi. Sedangkan satu lainnya, mengatasnamakan Deklarasi Ganti Presiden 2019.

Menyikapi aksi tersebut, polisi bersama TNI, Pemda dan instansi terkait lainnya akan melakukan pengamanan.

Kelompok Deklarasi Ganti Presiden 2019 dan Aliansi Relawan Jokowi, berencana melakukan aksi di Taman Sri Deli, Jalan Mesjid Raya Medan secara bersamaan. Sedangkan untuk Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi, massa akan berkumpul di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso.

Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kabagops AKBP I Gede Nakti dan Kasat Lantas AKBP M Saleh menegaskan, bahwa dalam menangani aksi tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa langkah, untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

“Sehubungan deklarasi tersebut, TNI, Polri, Pemda, dibantu elemen lainnya mengantisipasi itu dengan pengamanan secara khusus dan berkala, mengingat potensi gangguan. Yang menjadi perhatian kita yang di Taman Sri Deli, dekat Mesjid Raya,” sebut Kombes Pol Dadang, dalam konferensi pres di gedung Mapolrestabes Medan, Kamis (19/7/2018) siang.

Untuk tingkat penanganan, polisi bersama tim gabungan akan melakukan pengamanan khusus. Selain itu, polisi juga mengharuskan dengan melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Rencananya, pihak Sat Lantas akan menutup beberapa jalan umum, antara lain, Jalan Sisingamangaraja, simpang Jalan Juanda, simpang Hotel Madani, serta Jalan Mesjid Raya Medan.

“Kami imbau kepada masyarakat yang tidak ikut dalam kegiatan itu untuk menghindari jalan tersebut, agar tidak terjebak pada kemacetan lalu lintas,” jelas Kombes Dadang.

Pihak kepolisian juga, sambung Kapolrestabes Medan, telah memberikan beberapa poin imbauan terhadap anggota elemen aksi agar dapat menahan diri dan menghindari dari benturan masa.

Selain itu, Dadang juga meminta agar tidak membawa terlalu banyak massa, apalagi anak-anak dan selalu tertib berlalu lintas, menjaga persatuan bangsa, juga berharap kedua belah pihak menantaati peraturan.

Besarnya potensi gangguan dari dua elemen yang bersebrangan berorasi di tempat yang sama, Kapolrestabes, juga mengaku masih melakukan koordinasi antara kedua belah pihak, sehingga polisi belum bisa menyebutkan jumlah personel yang harus dipersiapkan.

“Terkait dengan pengamanan, kami sudah mempersiapkan pasukan. Namun, untuk besarannya masih menungggu kondisi terakhir massa yang akan dikerahkan oleh kedua kubu,” pungkasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR