Meski Korban dan Pelaku Sudah Berdamai, Polsek Patumbak Tahan Barang Bukti Kendaraan

Sabtu, 07 Juli 2018 | 08.51 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Meskipun telah melalui perdamaian antara korban dan pelaku dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polsek Patumbak, Rabu  (6/6/2018). Namun pihak Polsek Patumbak masih menahan kendaraan milik pelaku dengan alasan untuk dijadikan alat bukti.

Informasi yang diperoleh, Jumat (6/7/2018), korban bernama  Berlina Carolus Barus, warga Dusun I, Namo Puli, Desa Sumbul dan Novita Boru Tarigan mengalami kecelakaan yang menewaskan korban Berlinta Carolus di Rumah Sakit.

Karena antara korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai pada Senin (2/7/2018) di kantor Desa Patumbak yang di saksikan Kepala Desa Patumbak.

Dalam surat perdamaian kedua belah pihak tertulis bahwa korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga dekat dan sepakat masing - masing mengambil barang bukti 1 Unit Mobil Coldisel dengan Nomor Polisi BK 8451 SH dan 1 Unit sepeda motor dengan Nomor Polisi BK 3683 GV yang di tahan di Mapolsek Patumbak atas surat laporan Polisi Nomor: LP/0201/40/VI/2018 Patumbak dan surat penyitaannya Nomor: SP-Sita/40/VI/2018.

"Bahwa musibah sudah terjadi. Maka dari itu kami yang masih ada hubungan keluarga dekat melakukan perdamaian secara kekeluargaan, agar hubungan keluarga kami tetap baik. Dengan itu, kami yang di temani sejumlah rekan media mendatangi Unit Lantas Mapolsek Patumbak dengan tujun mengambil barang bukti yang di tahan, di Mapolsek Patumbak. Karena barang bukti tersebut, buat mecari rezeki," ujar kedua belah pihak.

Akan tetapi, ketika hendak mengambil kendaraan mereka di Polsek Patumbak, Kedua belah pihak mengungkapkan bahwa Kapolsek Patumbak, Kompol Deddi Zunaedi mengatakan sepeda motor dan mobil yang di tahan tidak bisa diambil karena untuk di persidangkan di pengadilan, sebagai barang bukti.

"Walau sudah ada perdamaian, proses hukum tetap berjalan,"ujar Kapolsek.

Mendapat informasi tersebut, pihak korban dan pelaku mengaku kecewa karena menurut mereka hingga saat ini kedua belah pihak telah berdamai dan sepakat untuk tidak memperpanjang kasus tersebut ke pengadilan. Akan tetapi pihak Kepolisian malah melanjutkan kasus tersebut hingga ke pengadilan.

"Kenapa jadi berbuntut panjang seperti ini. Sebelumnya, Kapolsek siap membantu keluhan kami. Ini malah lain lagi jawaban Kapolsek. Bahkan Kapolsek mengungkapkan, supir nya harus di tangkap terlebih dahulu," Kata salah satu keluarga kedua belah pihak bernama Tunas Sembiring. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR