Pimpin Upacara HUT Bhayangkara Ke 72, Kapoldasu : Jangan Cepat Berpuas Diri

Rabu, 11 Juli 2018 | 22.40 WIB

Bagikan:
Medan, Setara Post
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpaw memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 72 di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Rabu (11/7/2018).

Dalam amanatnya, Paulus mengingatkan agar seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri, karena kedepan Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks.

“Tuntutan dan harapan rakyat kepada Polri semakin meningkat terlebih lagi dunia sekarang ini terus berubah, berkembang dan bergerak dengan kecepatan tinggi yang membawa tantangan dan ancaman baru, terhadap situasi keamanan dalam negeri,” katanya.

Paulus menjelaskan, di era digital saat ini Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam, berevolusi dalam berbagai wujud dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

“Polri juga harus semakin siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional, seperti ancaman kejahatan Siber, Human Trafficking, Drug Trafficking sampai dengan Armed Smuggling,” ujarnya.

Tak hanya itu, katanya, Polri harus juga terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme.

“Hampir semua Negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme, bukan hanya terjadi di negara-negara sedang dilanda konflik, tapi juga Negara-negara maju. Kita tidak pernah melupakan tindakan para pelaku bom bunuh diri yang bukan menimbulkan korban jiwa dari masyarakat, tapi juga aparat Kepolisian sebagai target aksi terornya. Saya minta seluruh anggota Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Polri juga harus selalu melakukan pemetaan dini atas potensi ancaman keamanan dan ketertiban yang terjadi dalam masyarakat, dan segera lakukan langkah-langkah pencegahan.

“Tugas-tugas besar telah menanti Polri mulai dari pengamanan rangkaian tahapan Pileg dan Pilpres 2019, Pengamanan Natal dan Tahun Baru hingga Pengamanan agenda Internasional seperti pelaksanaan Asian Games ke-18 dan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Semuanya membutuhkan langkah antisipatif, memerlukan perencanaan yang detail dan matang, agar segala potensi kerawanan dapat dicegah dari awal,” pungkasnya. (Afd)

Bagikan:
KOMENTAR