Beli Rokok Dari Supir Angkot, Pemilik Toko Ditangkap Polsek Batang Kuis Tanpa Surat Penangkapan

Kamis, 16 Agustus 2018 | 08.54 WIB

Bagikan:

Medan - Setara Post.
Apes kali nasib Latif Rahman Lubis (30). Pasalnya, ia di jemput 4 orang petugas Polsek Batang Kuis di tokonya Jalan Medan Batang Kuis, Dusun 1, Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang di dapat, Rabu (15/8/2018) Latif Rahman Lubis dijemput petugas Polsek Batang Kuis, Selasa (7/8/2018) karena di duga membeli puluhan berbagai macam bungkus Rokok dari seorang supir Angkutan Kota (Angkot) bernama Totek.

Latih Rahman Lubis berani membeli berbagai macam rokok, dari Totek.Karena Totek mengaku dapat rokok di angkotnya. Latif Rahman Lubis pun membeli berbagai merek bungkus rokok, yang di jual Totek seharga Rp.2 juta. Itupun pembayaran yang di sepakati, dua kali pembayaran. Pertama Rahman Lubis membayar sebesar Rp.1.200,000 dan yang kedua Rp.800,000.

Beberapa keluarga Latif Rahman Lubis, saat di temui di Mapolda Sumut mengungkapkan, Latif Rahman Lubis di datangi petugas Polsek Batang Kuis dengan alasan di suruh melihat seorang di dalam mobil.

Setelah di lihat Latif, ia tidak mengenalinya. Lalu 4 petugas Polsek Batang Kuis menyuruh Latif ikut di bawa ke Kantor Polisi tanpa ada pemberitahuan kepada keluarga. Padahal, ayah Latif Rahman saat itu berada di toko juga. Namun 4 petugas ini tidak meminta ijin dan menunjukan surat penangkapan kepada Ayah Latif Rahman.

"Para petugas Polsek Batang Kuis berpakaian preman tidak meminta ijin dengan Kepala Dusun ( Kadus) untuk membawa Latih Rahman Lubis ke Kantor Polisi bang," Kata seorang wanita berhijab salah satu keluarga Latif Rahman Lubis.

Lebih lanjut lagi, pihak keluarga Latif Rahman Lubis merasa heran dengan perkataan ke empat petugas tersebut yang menjanjikan akan membantu bila mengikuti perintah.

"Yang buat kami heran, 4 petugas tersebut mengatakan sudah ikut saja kamu, kalau mau di bantu. Tapi sampai dinihari, Latif Rahman Lubis di tahan atas tuduhan dengan dugaan membeli rokok curian yang di jual Totek,"keluh keluarga Latif.

Pihak keluarga Latif juga merasa heran, surat penangkapan dengan Nomor SP.Kap 170/VIII/2018 Reskrim yang di keluarkan petugas Polsek Batang Kuis setelah 1X24 jam Latif Rahman di tahan. Apalagi di surat penangkapan itu Latif Rahman Lubis di kenai Pasal 480 dan Pasal 363.

"Makanya kami merasa keberatan, saudara kami itu di kenai dua Pasal. Padahal, Latif Rahman Lubis hanya membeli rokok dari Totek seorang supir angkot yang mengaku dapat Rokok," Jelasnya.

Sementara Ketua Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan (LP3SU)  Salfimi menyatakan seharusnya Latif Rahman ini di kenai Pasal 480, kalau ia sebagai penerima barang yang tidak jelas.

"Itupun, ia beli karena si tersangkanya mengaku bahwa rokok tersebut didapat. Ini malah, Latif Rahman di kenai Pasal 363 juga. Jelas sudah tidak singkron lagi, dengan dua Pasal yang di beri petugas Polsek Batang Kuis" Tegasnya.

Sedangkan pengamat Hukum AG. Marbun, SH ketika diminati pendapatnya mengatakan, seharusnya penangkapan Latif Rahman Lubis dilakukan pihak Kepolisian melalui prosedur yang diatur dalam peraturan KUHAP.

Hal tersebut berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) yang mana pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat ia diperiksa.

"Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) KUHAP tersebut maka Oleh karena itu, surat penangkapan tidak boleh diberikan penyidik setelah 1x24 jam atau 1 hari setelah penangkapan itu dilakukan," tegas AG. Marbun, SH.

Selain itu, lebih lanjut lagi AG. Marbun, SH mengatakan, dalam Pasal 18 ayat (3) KUHAP, bahwa tembusan surat perintah penangkapan tersebut harus diberikan kepada keluarga tersangka segera setelah penangkapan dilakukan.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis Ipda Randi saat di konfirmasi melalui Henfon mengatakan Latif Rahman Lubis di tahan atas sebagai penampung barang curian dari Totek.

Hal tersebut setelah Totek dan rekanya bernama Iqbal alias Kincit, Syamsul Yahya yang kini (DPO) membongkar Toko Makmur Jaya, milik korban bernama Hendry di Jalan Niaga, Nomor 43, Dusun X, Desa Batang Kuis.

"Pembongkaran toko yang di lakukan Totek dan rekanya, tanggal 25/Juni/2018. Selama pembongkaran toko, seorang temen Totek bernama Sahdiaman membantu melihat situasi. Sedangkan Latif Rahman Lubis, sebagai penampung," terang Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis.

Dikatakan Ipda Randi lagi, atas kasus ini Latif Rahman di kenai Pasal 480 karena tidak duduk makanya di gandeng dengan Pasal 363. Itupun,  Latif Rahman tetap di kenai Pasal 480 walaupun sudah di gandeng dengan Pasal 363. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR