Diduga Tidak Miliki Izin, Karyawan Adukan PT. Bumi Aksara ke Disnaker

Rabu, 08 Agustus 2018 | 09.50 WIB

Bagikan:
Medan, Setarapost
Diduga tidak miliki izin serta melakukan pemecatan secara sepihak tanpa memberikan uang pesangong kepada karyawannya, PT. Bumi Aksara yang bergerak di bidang penerbitan buku berolaksi di Jalan Cemara Asri, Komplex DPRD , Jalan Komisi E, diadukan karyawannya ke Dinas Tenaga Kerja Kota Medan kemarin.

Salah seorang karyawan PT. Bumi Aksara yang enggan namanya disebutkan mengatakan dirinya melaporkan PT. Bumi Aksara ke Disnaker dikarenakan pihak perusahaan tempatnya bekerja tersebut telah melakukan pemecatan secara sepihak tanpa adanya pesangon.

"Saya Tidak senang dengan berbagai alasan pimpinan PT. Bumi Aksara memecat saya tanpa adanya uang pesangon. Padahal saya telah bekerja selama 6 tahun lamanya. Untuk itu saya meminta uang pesangon saya terhitang mulai saya bekerja,"keluh pekerja tersebut.

Sementara itu, terkait dugaan PT. Bumi Aksara tidak mengantongi izin, pihak Disnaker yang melakukan pengecekan ternyata tidak menemukan izin dari PT. Bumi Aksara. Hal ini diduga membuat pihak PT. Bumi Aksara sesuka hatinya dalam melakukan pemecatan.


"Saya yang di dampingi, rekan jurnalis mendatangi kantor  (Depnaker) Medan di Jalan KH.Wahid Hasyim No 14. Setelah di cek beberapa pegawai (Depnaker), ternyata PT.Bumi Aksara tidak mempunyai izin, makanya sesuka hati saja memecat karyawan dengan tidak memberi pesangon. Saya berharap, dengan pemberitaan ini Dinas Tenaga Kerja melakukan kroscek ke lokasi langsung," ungkap pekerja.

Lebih lanjut diungkapkan karyawan tersebut, para pekerja PT. Bumi Aksara yang berjumlah 40 orang tidak pernah diberikan jaminan kerja. Padahal, pihak perusahaan meraup keuntungan miliaran rupiah dalam setahun.

Bahkan, ungkapnya lagi, karyawan kontrak yang bekerja di PT. Bumi Aksara tidak melalui outsourcing akan tetapi melalui perusahan itu sendiri. Dan karyawan yang sudah lebih dari 3 tahun seharusnya diangkat menjadi karyawan akan tetapi malah dipecat.

"Karyawanya semua berjumlah 40 orang. Tapi yang namanya jaminan kerja tidak di dapati karyawan PT.Bumi Aksara. Padahal, dalam setahun pimpina PT.Bumi Aksara meraup ke untungan Miliaran dalam setahun. Ironisnya lagi, karyawan banyak kontrak yang di perkerjakan di PT.Bumi Aksara. Tapi, tidak melalui Outcorsing melainkan melalui perusahaan itu sendiri. Biasanya setiap perusahaan yang mengkontrakan, karyawanya sendiri lewat dari 3 tahun sudah di angkat menjadi karyawan. Ini malah, sudah 6 tahun mengabdi di PT.Bumi Aksara di pecat tanpa pesangon,"kesal seorang karyawan yang tidak ingin di cantumkan namanya.

Sementara, pimpinan PT.Bumi Aksara, Selamet Widodo saat di konfirmasi melalui handphone seluler membantah bahwa perusahaannya tidak mengantongi izin. Menurutnya yang mengatakan hal tersebut adalah perbuatan orang-orang jahil.

"Tidak mungkin perusahan saya yang sudah beroperasi puluhan tahun, tidak mempunyai izin. Itu perbuatan orang yang jahil saja, yang bilang perusahaan saya tidak mempunyai ijin dari Depnaker,"Pungkasnya.

Saat di singgung bahwa pihak Disnaker yang melakukan pengecekan tidak menemukan izin dari perusahaannya, Selamet Widodo langsung mengalihkan pembicaraan dengan alasan sedang bersama Romo.

"Udah ya, saya lagi sama Romo ini,"kilahnya sambil mengakhiri.(Afd)
Bagikan:
KOMENTAR