Orang Tua Siswa Kesal, Rapat Sumbangan Uang Komite SMAN 13 Molor

Selasa, 18 September 2018 | 12.49 WIB

Bagikan:

Medan - Setarapost
Sejumlah orang tua siswa SMA N 13 kesal. Pasalnya, orang tua siswa yang di undang ke sekolah SMA N 13 Jalan Brigjend Hamid, tepatnya di Kanal bertujuan membicarakan masalah sumbangan uang Komite, Sabtu 15/9/2018, pukul 14:00 Wib namun acara baru dimulai pukul 16:30 Wib.

Dalam rapat dengan sejumlah orang tua siswa, Muklis Kepala sekolah SMA N 13 dan ketua Komite Ishak mengundang, Danramil, Kapolsek Medan Delitua, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Juhri Bintang.

Sebelum rapat di mulai, satu persatu yang di undang Kepala sekolah SMA N 13 memperkenalkan diri kepada sejumlah orang tua siswa di halaman sekolah SMAN 13.

Kepala sekolah SMA N 13 Muklis mengungkapkan, siswa SMA N 13 dan siswa SMA N 5 kemaren terjadi tawuran. Dan siapa nama oknum yang memulai tidak di ketaui.

"Karena sumbu siswa SMA N 5 kencang, maka terjadilah bentrok antara sekolah SMA N 13 dengan SMA N 5. Padahal, harapan orang tua siswa anaknya dapat sukses sekolah di SMA N 13" Ujarnya.

Kapolsek Medan Delitua, Kompol BL Malau di hadapan sejumlah orang tua siswa mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan kejadian tawuran antara siswa SMAN 13 dan SMAN 5.

"Saya sebagai Polisi harus mengamankan, bentroknya siswa sekolah SMA N 13 dan SMA N 5. Setelah saya silidiki, dapatlah biang kerok yang memulai tauran. Lalu saya beri nasehat, agar jangan terjadi tauran lagi  antara sekolah SMA N 13 dan SMA N 5" Kata Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan  ( Kacabdis )Sumatera Utara, Juhri Bintang mengungkapkan, kepala sekokah SMA N 13 Muklis akan di undang ke jepang bulan depan  untuk mempromosikan sekolah SMA N 13.

Kalau siswa kita dapat pesegre, maka bisa masuk ke perguruan tinggi UI. Maka siswa kita akan di undang, mengikutkan perguruan tinggi. Sebagai ( Kacabdis ) Sumut Ia berharap siswa SMA N 13 dapat masuk ke perguruan tinggi UI.

"Saya pernah bilang sama Kepala Dinas Pendidikan Sumut, ganti saya apabila siswa tidak bisa masuk di perguruan tinggi UI. Maka dari itu, orang tua siswa harus perduli terhadap anaknya" Ujarnya.

Lanjut Bintang, Gubernur Sumut kita yang sekarang Edy Ramayadi, menginginkan pendidikan ini dapat maju. Secara teori memang gampang, tapi secara praktenya berat. Anak kita mengikuti pendidikan di SMA N 13 , 6 jam lamanya. 

Selebihnya di rumah dan di lingkungan. Kita sebagai orang tua, harus buat anak sebagai temen. Agar si anak dapat lebih dekat, sama kita sebagai orang tua. Ajak anak berbicara, tentang selama dia di sekolah.

"Jadi,  ibu - ibu dan bapak - bapak PP 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan dan Permendikbud 75 tahun 2016. Sekolah bisa minta bantuan dana sama orang tua siswa. Berarti bantuan yang di minta ini Legal. Tidak ada yang namanya pungli," Pungkasnya.

Sementara beberapa orang tua siswa mengatakan rapat yang dilakukan topik pembicaraanya tidak mengarah ke pendanaan yang di maksud.


"Waktu kami habis di pertemuan ini. Jangan seperti anak - anak kami di buat. Seharusnya,  apa yang perlu di bicarakan itu saja yang di bicarakan, jangan di bicarakan yang lain lagi. Terbuang waktu kami semua," Kata beberapa orang tua siswa. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR