Sangkot Nasution Ditemukan Gantung Diri di Pohon Berombang Belakang Rumahnya

Sabtu, 29 September 2018 | 09.44 WIB

Bagikan:
Panai Hilir, Setara Post.
Warga dusun I Desa Sei.Sakat Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, hari Kamis (27/09/18) sekira pukul 22.45.wib di kagetkan mendengar suara jeritan histeris sehingga beberapa orang mendatangi suara itu ternyata adalah suara Ahmad Nasution (40) dan isterinya Holijah karena melihat anaknya tergantung dipohon berombang dibelakang rumahnya sendiri.

Menurut keterangan Kapolres Labuhanbatu, AKBP. Frido Situmorang SH.SIK.melalui Kasubbag Humas AKP. Fiktor Siberani membenarkan adanya kejadian gantung diri itu atas nama Sangkot Nasution (21)

Adapun kronologis peristiwa gantung diri ini,hasil interogasi Polsek Panai Hilir atas orang tua korban Ahmad Nasution,bermula ditegornya korban untuk mematikan musik dari Handphonenya karena sudah larut malam tidak baik buat tetangga mungkin terganggu kata sang ayah

Setelah ayah korban memberikan teguran itu langsung meninggalkan korban masuk ke kamarnya,namun sang ibu sebelum masuk ke kamarnya terlebih dahulu melihat korban apakah sudah tidur atau belum.

Sang ibu terkejut melihat korban tidak ada dikamar langsung sang ibu memberitahukan sama suaminya bahwa anak mereka tidak ada di kamar,mendengar hal ini langsung suami isteri mencari korban disekitar rumah mereka ternyata mereka menemukan korban sudah tergantung di pohon Berombang,

Melihat hal ini kedua suami isteri menjerit histeris dan untuk memberikan pertolongan kepada anaknya langsung  memotong tali yang digunakan korban sekaligus menurunkannya,namun ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi sang ayah pun melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Panai Hilir.

Kata Humas setelah menerima laporan ini Kapolsek Panai Hilir AKP
Abdul Rahman bersama personilnya serta Tim medis Puskesmas Sei.Berombang langsung ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP)

Setelah Tim medis ini melakukan pemeriksaan tubuh  korban secara keseluruhan  hanya ditemukan luka bekas jeratan tali dileher korban sementara tidak ditemukan tanda-tanda adanya penganiayaan dan dari kelamin korban mengeluarkan sperma.

Setelah diminta izin kepada orang tua korban untuk dilakukan Otopsi namun kedua orang tua korban ditambah keluarga korban lainnya menyatakan tidak setuju dan mereka menyatakan korban meninggal karena defresi akibat dinasehati sebelumnya
dengan pernyataan ini kasus ini ditutup demi hukum,kata Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP.Fiktor Siberani. (TN)
Bagikan:
KOMENTAR