Tanah Urug Proyek Pengerasan Jalan di PTPN-IV Kebun Ajamu Diduga Ilegal

Sabtu, 29 September 2018 | 09.50 WIB

Bagikan:
Proyek pengerasan jalan di PTPN-IV kebun Ajamu tanah urugnya diduga ilegal (Thamrin Nasution)

Ajamu, Setara Post.
Menurut informasi yang dihimpun bahwa di Kabupaten Labuhanbatu ada 14 Perusahaan Galian C tanah urug dan batu-batuan, namun secara pasti Perusahaan ini belum diketahui mana yang sudah memiliki izin resmi dengan membayar kewajiban pajak daerah ke kantor Bapenda Kabupaten Labuhanbatu.

Sementara, Petugas-petugas di Kantor Bapenda Kabupaten Labuhanbatu saat dimintakan daftar Perusahaan Galian C yang sudah resmi memiliki izin, hal ini tidak diberikan terkesan ditutup-tutupi.

Sedangkan Plt.Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST
MT pada pertemuan silaturahmi dengan para Wartawan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Para OPD harus transparan memberikan informasi kepada Masyarakat dan katanya hal ini sudah diinstruksikannya.

Dengan belum adanya secara resmi Perusahaan Galian C memiliki izin, maka dengan sendirinya tanah urug yang dipakai untuk proyek pengerasan jalan protokol PTPN-IV Unit Usaha kebun Ajamu Kecamatan Panai Hulu dapat diduga Ilegal.

Diminta kepada PTPN-IV perusahaan plat merah ini dapat meminta keabsahan tanah yang digunakan dari kontraktornya dan juga tanah yang digunakan sekarang ini sangat perlu mendapat perhatian dari PTPN-IV  karena terlihat mutu tanahnya diduga tidak sesuai dengan kontraknya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PTPN IV Kebun Ajamu belum ada satupun yang berkomentar. (TN)

Bagikan:
KOMENTAR