Grebek Kampung Narkoba, Polsek Patumbak Amankan Pasutri

Minggu, 21 Oktober 2018 | 18.55 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost
Polsek Patumbak yang di pimpin Kapolsek  AKP Ginanjar Firiadi SH SIK , menggerebek kampung Narkoba di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak. Penggerebekan yang di lakukan Polsek Patumbak,  di ikut sertakan unsur muspika Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak.

Dalam penggerebekan kampung Narkoba Jalan Perjuangan, Pasar 12 Gang Kolam, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. Petugas Polsek Patumbak, menangkap 3 tersangka. 2 orang lelaki 1 orang wanita. Barang bukti yang di temukan, 2 klip plastik berisi narkoba jenis sabu masing - masing berat 15,90 gram dan 0,14 gram.

Informasi yang beredar, para tersangka yang di tangkap, petugas Polsek Patumbak bernama Fredi Simanungkalit (36) sebagai bandar dan istrinya Sarah (28).  Pasangan suami istri (Pasutri) ini warga Jalan Perjuangan, Gang Kolam 1, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak. Pasutri yang setia tersebut, di tangkap petugas Polsek Patumbak di sebuah rumah di Jalan Perjuangan, Gang Kolam 1, Desa Marindal II. Dari kedua tersangka ( Pasutri) , Fredi dan Sarah. Petugas Polsek Patumbak mengamankan barang bukti satu bungkus Klip plastik berisi sabu 15,90 gram, 1 unit Timbangan elektrik, 5 bungkus plastik klip besar berisi plastik klip baru dan 1 pucuk senjata Airsoft Gun bersama 6 butir pelurunnya, uang pecahan Rp 50 tiga lembar, 10 ribu satu lembar dan uang pecahan 200 perak satu lembar.

Di tempat yang sama, petugas Polsek Patumbak mengamankan tersangka bernama Wahyu Irawan (20), warga Jalan Perjuangan, Pasar 12 Gang Kolam Ujung, Desa Marindal, Kecamatan Patumbak. Tersangka tersebut, berperan sebagai penjual. Barang bukti yang di amankan petugas , dari tersangka berupa 1 satu bungkus plastik klip kecil berisi sabu-sabu seberat 0,14 gram

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SH, SIK di dampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE bersama Kanit Intel Iptu P Lumban Batu dan Panit 2 Reskrim Ipda Saud Sihombing Sabtu (20/10/2018) mengatakan"  awalnya petugas mendapat informasi , bahwa warga  merasa resah di kawasan kampung mereka,  di jadikan lokasi peredaran narkoba.

Kemudian, puluhan polisi meluncur ke lokasi.  Sebelum menggrebek kampung narkoba itu, Kapolsek terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kepala Desa (Kades) Marindal 2 Kecamatan Patumbak Zufrianto.

Dikatakannya, setelah memastikan para tersangka  berada di lokasi tersebut.  Polisi , langsung bergerak dan menggerebek kampung narkoba tersebut, serta menangkap ketiga tersangka yang telah menjadi target. selanjutnya ketiga tersangka dan barang bukti digelandang ke Mapolsek Patumbak.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ketiga tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif diruang penyidik,” pungkas Kapolsek.

Pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), saat ketiga tersangka diamankan, puluhan warga berhamburan keluar rumah. Malah, seorang ibu menjerit histeris kesenangan karena salah satu bandar narkoba yang di takuti mempengaruhi anak-anak remaja dikampungnya ikut di tangkap petugas.

“Rasain syukur kena tangkap juga kau akhirnya Fredi, makanya cari kerja yang bagus, jangan kasih makan anak dan istri dari duit jualan sabu, kan kasihan juga istrimu (Sarah) terbawa-bawa ikut ditangkap,” ucap seorang wanita paruh baya dilokasi penggrebekan.

Sementara itu, warga yang berdomisili di Jalan Perjuangan  Pasar 12 Gang.Kolam Desa Marindal 2. Kecamatan Patumbak merasa bersyukur dan cukup senang dengan penggerebekan yang dilakukan Polsek Patumbak.

Masalahnya kata warga, bahwa selama ini mereka sudah sangat resah dengan maraknya aktifitas  peredaran narkoba yang berada di daerahnya. “Syukur lah, biar tau rasa mereka. Sudah lega hati kami biar nggak ada lagi yang jual sabu maupun orang nyabu di kampung ini,” ucap warga di lokasi.

Warga juga mengaku lega dan senang. Berterima kasih dengan Polsek Patumbak telah menangkapnya bandar sabu Fredi Simanungkalit bersama Istrinya dan Wahyu Irawan, soalnya warga takut anak-anaknya jadi ikut-ikutan terjerumus

“Senang dan lega lah hati kami, soalnya kita kan takut anak kita jadi terjerumus terikut mereka, soalnya tak sedikit pemuda dan juga orang tua (ayah-ayah) disini mau ngisap sabu, bahkan anak gadis dan mamak juga ada,” bilang warga yang tak mau menyebutkan namanya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR