Modus Bersihkan Parit, Parlindungan Sekap dan Kuras Harta Nenek 70 Tahun

Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14.46 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost 
Jan Parlindungan Hutagaol alias Ucok (38) warga Jalan Pintu Air, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Kota, diberi hadiah timah panas.

Pasalnya Ucok yang mengaku mantan petugas kebersihan kelurahan Mandala I ini nekat merampok pemilik rumah di Jalan Selam V, Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, pada Jumat (20/4/2018) lalu.

Dengan menggunakan kursi roda, dan memakai kaos tahanan polrestabes Medan, ia sesekali memegang kakinya yang sudah di balut kain kasah.

Saat ditanya oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto saat paparan terkait motifnya yang nekat menyekap nenek-nenek berusia 70 tahun dengan goni di kepala korban.
Ucok mengatakan, saat itu lagi butuh uang.

"Saat itu saya berpura-pura membersihkan parit pak. Saya lihat salah satu rumah warga kosong, jadi saya masuk. Ternyata ada seorang nenek-nenek di dalam, jadi saya sekap dengan menutup kepalanya dengan goni plastik lalu mengambil dua cincin dan satu sepeda motor," ujar  pelaku saat paparan pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, Jumat (5/10/2018).

Aksi kejamnya tersebut sempat viral di media sosial dengan rekaman CCTV.

Atas kejadian tersebut, pihak korban membuat pengaduan di Mapolrestabes Medan dengan bukti laporan polisi nomor : LP//789/K/IV/2018/SPKT Restabes Medan, Tanggal 21 April 2018 atas nama Pelapor Kalvin Sianturi.

 Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan pengembangan atas dugaan perampokantersebut.

"Personel Satreskrim bergerak di sekitar tempat pelaku, namun Ucok tidak ada di rumah. Petugas kami kembali melakukan penyisiran di sekitar Jalan Sisingamangaraja Medan dan menemukan pelaku," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto.

Saat akan diamankan, sambung Dadang, pelaku ini melakukan perlawanan dan berusaha menyerang petugas.

"Tim kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan SOP di bagian kaki kanan pelaku. Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya," kata Dadang.


Ucok disangkakan Pasal 365 ayat (2) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR