Politik Anggaran Negara Untuk Siapa

Rabu, 14 November 2018 | 23.42 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost
Banyak yang beranggapan, bahwa berpolitik dengan uang melakukan kecurangan. Padahal, berpolitik itu ialah kebijaksanaan (Policy). Yang artinya anggaran keuangan penerimaan ( Pendapatan) pengeluaran ( Perbelanjaan/belanja). Dalam periode  waktu tertentu , lazimnya yang ditetapkan selama 1 tahun.

Staf Ahli DPRD Provinsi Sumut sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Ekonomi Desa, Yonge L.V. Sihombing, SE,MBA dalam pesan Whatsapnya, Rabu (14/11/2018) mengatakan" Negara adalah kesatuan wilayah, penduduk, pemerintahan, dan sumber daya alamnya. Politik Anggaran Negara adalah sebuah kebijakan keuangan pemerintah dalam periode waktu satu tahun. Politik Anggaran Negara, Untuk Siapa. Maka  jawabnya , adalah kebijakan keuangan pemerintah untuk membiayai kebutuhan negara.

"Kebutuhan negara beragam. Dari sisi produk, yaitu kebutuhan terhadap barang dan jasa. Dari sisi nominal, yaitu, ada kebutuhan yg jumlal dan nilai nominalnya kecil, sedang dan besar. Dari sisi wilayah, ada kebutuhan desa, kelurahan, daerah dan pusat.

Dari sisi tingkat keterdesakan, ada kebutuhan yg mendesak dan kebutuhan yg tidak memdesak. Dan, masih banyak jenisnya, jika dilihat dari berbagai perspektif yg berbeda" Kata Yonge L.V. Sihombing.

Yonge L.V.Sihombing menyebutkan. Namun dalam format yg umum, Politik Anggaran Negara, dapat dibedakan atas dua sisi, yaitu politik anggaran pendapatan dan politik anggaran belanja, yg lazim disebut dengan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Politik Anggaran Pendapatan, fokus kepada upaya kebijakan yg terkait dengan pencarian dan pengumpulan sumber sumber uang masuk kepada negara.

Politik Anggaran Belanja, fokus kepada upaya kebijakan yg terkait dengan pengaturan pengeluaran negara.Sebagai eksekutornya (kuasa penggunannya) adalah eksekutif. Dan, legislatif sebagai mitra eksekutif dalam membahas, dan menetapkan, dan menyetujui usulan kebijakan anggaran dari eksekutif (pemerintah, presiden)" Ucapnya.

Idealnya politik anggaran negara, sebagai instrumen untuk mendorong tercapainya tujuan negara, dalam hal ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan umum/rakyat.

Oleh karena itu, politik anggaran pendapatan dan belanja, sebailnya adalah politik anggaran berimbang (balance budget). Artinya pendapatan negara, sebaiknya mampu menutupi kebutuhan belanja negara.

Dan, jauh lebih baik lagi, jika pendapatan negara, melampaui pengeluaran negara, sehingga tercipta surplus anggaran, atau ada sisa anggaran yg dapat digunakan sebagai tabungan dan investasi baru. Manakala dicermati, politik anggaran negara selama kurun waktu 4 tahun terakhir ini adalah politik anggaran berimbang, (safty budget)" Tambah Yonge L.V.Sihombing.

Yonge L.V.Sihombing menjelaskan. Pemerintah cukup mampu, dalam mengelola keuangan negara, yg ditandai dengan adanya surplus anggaran. Politik anggaran kita, juga tanggap terhadap kondisi riil saat ini, dan sudah meletakkan fondasi yg kuat untuk ke depan.

" Hal ini ditandai dengan pengalokasian anggaran pembangunan yg selalu meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya saja, pengalokasian terhadap desa, terus meningkat. Ini merupakan bentuk kepedulian anggaran (sense budget).

Cara cepat implementasi penggunaan anggaran, serta tepat sasaran juga semakin memantapkan posisi politik anggaran negara kita. Dari sisi pendapatan, sumber sumber pendapatan negara semakin terbuka luas, diiringi dengan meningkatnya kesadaran para wajib pajak, serta efisiennya cost pengumpulan pajak, semakin mendorong geliat pembangunan di tanah air kita.
Politik anggaran negara kita yg humanis, careness, dan nemiliki sensibilty yg tinggi, semakin menambah trust masyarakat, dunia usaha dan bahkan negara negara lain. Memang, dalam konteks kekinian, politik anggaran negara, akan mendapat dukungan, jika politik anggaran itu dilaksanakan dengan nilai nilai keadilan, transparancy, terukur dan dapat dipertanggunjawabkan.

Negara negara mitra kerja Indonesia, akan semakin care jika anggaran negara kita bisa dikelola secara baik, bijaksana, untuk kesejahteraan semua. Pemerintahan Jokowi, tampaknya telah mendapatkan predikat baik dan memuaskan, sehingga rakyat pun semakin percaya, dan termotivasi utk bekerja dan kerja nyata" Ujar Yonge L.V.Sihombing.

Yonge L.V.Sihombing menerangkan" Dunia internasional pun, semakin terbuka dan terpanggil untuk meningkatkan peranannya dalam pembangunan di tanah air. Harus diakui, bahwa bantuan keuangan, hanya akan mengalir, jika pejabat, dan top leadershipnya sungguh sungguh bekerja, dan senantiasa bersahabat, serta rendah hati.


Melalui pemberitaan ini, saya mengajak agar kita selalu bekerja, dan belajar untuk bekerjasama, dan kerja bersama, seraya tulus, jujur dan rendah hati. Sehingga berkah mengalir seperti air" Tegasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR