Soal Pembalut Wanita Untuk Mabuk, Poldasu Belum Temukan Kasus

Senin, 12 November 2018 | 12.35 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost
Kasus rebusan , bekas pembalut wanita jadi perbincangan. Soalnya, di Pulau Jawa sudah ada kedepatan pecandu bekas pembalut wanita yang direbus. Usai direbus, air bekas pembalut wanita diminum.

Informasi yang beredar, air bekas pembalut wanita yang direbus . Diminum dapat memiliki sensi, seperti mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Mendengar fenomena tersebut, Direktur Reserse (Dirres) Narkoba Polda Sumatera Utara ( Sumut), Kombes Pol.Hendri Marpaung, mengaku belum ada menemukan kasus tersebut , di Sumut.

“Pemantauan kelapangan sudah kita lakukan dengan menugaskan personel, namun tidak mendapatinya. Sejauh ini kasusnya belum ada,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (9/11).

Karenanya, menurut Hendri, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk mengetahui apakah benar ada zat adiktif yang terkandung dalam pembalut wanita itu. Hal ini lah ujar dia, yang kini sedang diteliti oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Kalau kata Deputi Pemberanrasan BNN pak Irjen Pol Arman Depari, perlu dilakukan dulu penelitian terhadap pembalut wanita, apakah ada terkandung zat adiktif yang bisa membuat orang yang mengonsumsi air rebusannya menjadi teler,” sebutnya.

Ia menjelaskan, di dalam pembalut wanita terdapat gel yang berfungsi untuk menyerap cairan. Tapi ia menegaskan, pihaknya belum mengetahui pasti apakah gel itu yang memiliki zat adiktif bila direbus air atau tidak

Itu yang kita belum tahu, apakah di gel nya atau di mananya. Artinya masih dalam penelitian,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, andaikata kejadian seperti di Pulau Jawa itu juga ditemukan di Sumut atau Kota Medan, pihaknya sendiri masih sulit untuk mempidanakan orang yang mengkonsumsinya.

“Soal apakah orang yang mengonsumsinya bakal terjerat pasal penyalahgunaan narkotika, kita juga belum bisa menyangkakan hal itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, yang dikonfirmasi mengenai fenomena aneh remaja di Pulau Jawa itu mengaku terkejut. “Wah baru dengar saya, soal itu,” ungkapnya.

Sebagai juru bicara Polda Sumut, ia mengaku belum ada menerima laporan dari polres-polres sejajaran, terkait ada tidaknya warga yang diamankan perihal meminum air rebusan pembalut wanita itu.


“Sejauh ini belum ada laporan ke kita. Nanti coba di monitor, bila ada akan diinformasikan,” katanya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR