Brimob Gadungan Di Amankan Polsek Medan Area

Sabtu, 01 Desember 2018 | 14.52 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Tidak tanggung - tanggung, Aldo Zakaria Kinanta (16) warga Jalan Duyung Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area,  harus berurusan sama petugas Polsek Medan Area, Jum'at (30/11/2018). Pasalnya, ia nekat berpakaian seragam brimob dengan pangakat perwira  Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Akibat perbuatanya, pria keturunan tionghoa yang usianya masih remaja,  16 tahun ini , yang berpakaian lengkap seragam Brimob nya dengan pangkat perwira setingkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dari Destasemen 6 Brimob. Harus mempertanggung jawabkan, atas perbuatnya dikantor Mapolsek Medan Area.

Pelaksana Harian (Plh) Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Samsul Bahri mengatakan" Zakaria diamankan saat berada di Jalan Thamrin, Medan, tepatnya sekira pukul 10.30 WIB. Polisi melihat gerak-gerik Zakaria tidak seperti seorang personel Brimob berpangkat perwira.

“Kita curiga ketika melihatnya, polisi Brimob berpangkat AKP,  tapi dari perawakan seperti anak-anak. Kita datangi karena curiga. Dan kita tanyai ternyata dia bukan polisi,” ungkap Plh Kanit Reskrim, Ipda Samsul Bahri didampingi Kanit Intel S Sembiring saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Medan Area.

Betul saja, penampilan Aldo memang tak seperti seorang perwira polisi. Kacamata tebal yang dikenakannya, tinggi badan dan tampang lugunya agaknya membantah kalau dirinya seorang polisi.

Menurut Samsul, Zakaria diamankan ketika sedang berada di salahsatu toko tepat di depan Thamrin Plaza, kala itu dia tengah membawak sebuah proposal bantuan. “Jadi ketika diamankan, ada proposal permohonan bantuan ke klenteng yang dibawanya, tapi belum sempat proposal itu dimasukkan. Artinya, belum ada tindak pidana penipuan yang dilakukan pria ini menggunakan pakaian Brimob,” paparnya.

Begitupun polisi masih melakukan pembinaan terhadap pria yang berprofesi sebagai penjual alat teknik ini. “Meski belum ada tindak penipuan yang dilakukannya, kami tetap melakukan penyelidikan selama 1×24 jam apabila nanti ditemukan ada orang yang mengaku tertipu akibat ulahnya.


“Setelahnya, kami juga akan mengenakan wajib lapor kepadanya. Untuk itu, pascapenangkan ini kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku polisi, apalagi meminta-minta uang,” himbau Samsul. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR