Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemko Medan Dan Polrestabes Medan Diminta Tutup Hiburan Malam

Minggu, 02 Desember 2018 | 20.44 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapos. 
Umat kristiani , sebentar lagi merayakan hari Natal dan Tahun Baru 2019. Untuk itu, seluruh umat kristiani meminta kepada Pemerintah Kota Medan ( Pemko) dan Polrestabes Medan. Harus menindak tegas,  lokasi hiburan malam yang melanggar aturan.

Karena, banyak hiburan malam di sekitar kota Medan melewati jam operasinya. Apalagi, diduga banyak hiburan malam terindaksi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba serta tempat prostitusi.

Keberadaan lokasi hiburan malam yang nakal itu, dapat menganggu kekhusyukan umat kristiani beribadah menjelang perayaan hari besar yaitu hari Natal dan Tahun Baru. Seperti Diskotiq, Karoke ( KTV) rawan Narkoba dan prostitusi, dapat membahayakan generasi muda dan meresahkan masyarakat.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika ( Granat) Sastra SH MKn , yang dikonfirmasi sejumal wartawan lewat telefon selule, Sabtu ( 01/12/2018). Meminta dengan tegas, supaya aparat penegak hukum bertindak untuk menertibkan lokasi hiburan malam yang melanggar aturan, dan terlebih menjadi lokasi sarang narkoba serta prostitusi.

"Razia harus diintensifkan menjelang Natal dan Tahun Baru. Instansi terkait (Polrestabes Medan dan Pemko Medan) harus bergerak cepat," pintanya.

Sambung Sastra, selain Narkoba sasaran razia harus meluas dengan menyasar adanya praktik prostitusi. Serta adanya pengunjung di lokasi hiburan malam yang masih dibawah umur.

"Untuk itu , petugas harus mengecek KTP masing masing pengunjung. Bila di bawah umur harus diserahkan ke dinas terkait untuk dibina. Saya juga berharap , kepada pihak berwenang agar berani menindak pemilik maupun pengelola lokasi hiburan malam yang nakal. Bila terbukti ada pelanggaran,  harus disegel atau ditutup sesuai aturan berlaku," harapnya.

Sementara itu menurut data yang dirangkum wartawan, salah satu lokasi hiburan malam yang terindikasi adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba , seperti diskoteq LG dan KTV nya yang berlokasi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Baru. Dirazia oleh ratusan petugas gabungan dari Satres Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Sabhara Polrestabes Medan , Minggu (21/10) sekira pukul 05.00 WIB.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan 200 lebih pengunjung pria dan wanita, bahkan ada yang masih di bawah umur. Sedangkan 3 pengunjung kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Sementara itu 41 pengunjung saat dilakukan tes urine positif menggunakan narkoba.

Namun sangat disayangkan, pengelola lokasi hiburan malam tersebut tidak ditindak tegas. Sementara itu,  lokasi hiburan malam tersebut hingga kini masih tetap beroperasi seperti biasanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr.Dadang Hartanto melalui , Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menegaskan. Pihaknya akan melakukan penyelidikan di lokasi-lokasi hiburan malam yang buka selama 24 jam, terindikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta prostitusi.


"Kita akan berkoordinasi dengan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Sabhara Polrestabes Medan guna melakukan penyelidikan. Jika terindikasi menyalahi akan kita tindak tegas," katanya dengan tegas. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR