Pasutri Ditangkap Tim Pegasus Medan Kota

Jumat, 07 Desember 2018 | 17.50 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Pasangan suami istri ( Pasutri) bernama Marolop Bemaputra Situmorang (32) dan Risma Boru Silaen ( 39), terpaksa berurusan sama Polsek Medan Kota. Pasalnya, Pasutri ini telah melakukan kasus 363 di Jalan Jati II - Sarullah Nomor 7 Medan. Akibat perbutanya, ( Pasutri) yang setia ini ditangkap Team Penangan Gangguan Khusus ( Pegasus ) Polsek Medan Kota.

Informasi yang beredar, Jum'at (6/12/2018) Pasutri yang ditangkap ( Pegasus ) Polsek Medan Kota, warga Prumnas Simalingkar.Kedua (Pasutri)  yang setia tersebut, terpaksa berbulan madu dijeruji besi Polsek Medan Kota.

Berawal kejadian, Kamis tanggal (08/November/2018), Risma Boru Silaen yang bekerja sebagai beby sister dirumah korban. Pergi meninggalkan rumah korban, tanpa permisi sama korban. Saat itu, korban yang baru pulang pesta tempat keluarganya. Merasa curiga dengan rumahnya, yang ditinggal oleh pelaku begitu saja. Ternyata rasa kecurigaan korban bener, bahwa perhiasan  emas murni dengan total 78 gram sudah tidak ada lagi, didalam lemari.

 Hari Jumat tgl 09 November 2018 Pukul 00.30 Wib Korban mendatangi Polsek Medan Kota , guna membuat pengaduan.

Dengan sigapnya, Team (Pegasus) Polsek Medan Kota pun segera meluncur dan melihat seorang laki-laki yang diduga kuat sebagai suami dari tersangka Risma  Boru Silaen  di jalan jati 1 perumnas simalingkar kec. Pancur batu.

Lalu tim melakukan koordinasi dengan kepling setempat untuk memastikan identitas terkait laki-laki tersebut. Sekira pukul 16.30 didapat informasi dari kepling bahwasannya lelaki tersebut tinggal di jalan jati 1 bersama seorang perempuan yang diduga kuat sebagai tersangka Risma Boru Silaen.

Selanjutnya,  Team bersama-sama dengan kepling mendatangi rumah tersangka dan benar didapati tersangka sedang duduk di depan pintu rumah tersebut yang dikenali senagai Risma Boru Silaen. Kemudian tim langsung mengamankan tersangka beserta suaminya berikut dengan barang-barang perhiasan yang diduga milik korban.


Hasil interogasi tersangka mengakui perbuatannya mengambil barang milik korban dan sebagian telah dijual dan dibelanjakan untuk keperluan rumah tangga. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR