Soal Perusakan Atribut Partai Demokrat, PDIP: Tindakan Pengecut dan Merusak Kerukunan Demokrasi

Sabtu, 15 Desember 2018 | 19.57 WIB

Bagikan:
Sekjend DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, saat memberikan keterangan pers terkait perusakan atribut Partai Demokrat di Riau, Sabtu (15/12).
MEDAN | Perusakan atribut Partai Demokrat di Riau yang dikecam oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang reaksi PDI Perjuangan. Dalam kunjungannya ke Medan dalam kegiatan Safari Kebangsaan, Sekjend DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.

Menurutnya, anggota dan kader PDI Perjuangan berdisiplin.

"Tidak ada untungnya rusak atribut kampanye pihak lain," ujar Hasto.

Dia juga menegaskan, PDI Perjuangan mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain.
.
“PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi demokrat. Sebab kami tidak punya ilmu merusak. Secara survey, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan,” terang Hasto.

Dia juga menegaskan, selaku Sekjend DPP PDI Perjuangan, dia menjalankan perintah Ketua Umum untuk menjaga disiplin anggota dan kader partai.

“Kami ini partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan. Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada tanggal 27 Juli 1996, kami tidak melodramatik dan tidak latah menuduh Pak SBY. Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang anti demokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu," kata Hasto.

Dia juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas.

“Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika bus kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba partai tersebut," imbuhnya.

Hasto meminta agar seluruh anggota dan kader partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba. (ril)

Bagikan:
KOMENTAR