Kapolres Pelabuhan Belawan Beri Tali Asih Kepada Nenek Hidup Seorang Diri

Senin, 14 Januari 2019 | 08.33 WIB

Bagikan:
Belawan - Setarapost. 
Rasa keperdulian Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ihkwan Lubis SH MH, terhadap masyarakat  kurang mampu. Tidak bosan - bosanya, menyalurkan bantuanya terhadap masyarakat yang membutuhkanya.

Dihari Jum'at berkah (11/1/2019) pukul 15:00 Wib. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, mendatang rumah nenek Rokiah (76) di Dusun 1 Paoh Gudang Arang Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Pasalnya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, dengan rasa kasianya. Memberi tali asih kepada nenek Rokiah, yang kerja sehari - harinya mocok - mocok.

Hadir kegiatan tali asih yang dilakukan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, Waka Polres Pelabuhan Belawan Kompol Taryono Raharja SH SIK, Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol H.Erinal, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto S.I.K SH MH, Kapolsek Medan Belawan Kompol Saparudin Tama Siregar, Kapolsek Hamparan Perak Kompol Azwar SH MH, Kasat Binmas AKP Justar Purba SH, Kasat Sabhara AKP Eriyanto, Kasat Intelkam Iptu Sitarjo B.I Manulang, Waka Polsek Medan Labuhan AKP Ponijo,SIP, dan sejumlah perwira staf Polres Pelabuhan Belawan.

Tali asih yang diberikan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, kepada nenek Rokiah. Berupa sembako dan sejumlah uang, untuk dipergunakan seperlunya nenek Rokiah.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, dalam bimbinganya kepada nenek Rokiah mengatakan" Ibu Rokiah harus kuat dan tabah menjalani hidup, jaga selalu kesehatan. Insyah Allah,  saya akan selalu memperhatikan kehidupan ibu yang sangat serba kekurangan melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Amril" Pungkasnya.

Sementara nenek Rokiah mengucapkan terima kasih, sebesar - besarnya kepada Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, yang telah memperhatikan kehidupanya.

" Semenjak puluhan tahun saya bercerai dengan suami, saya tinggal digubuk ini. Dalam pernikahan saya dengan suami saya , tidak mempunyai anak dan sanak keluarga ditempat ini. Semasa saya kuat, saya bekerja mocok - mocok di kebun orang, untuk menghidupkan diri saya sehari - hari. Semenjak fisik saya mulai lemah, saya tidak bisa bekerja kembali dan  untuk menghidupkan diri saya sendiri kembali. Melalui belas kasihan warga dikampung yang memberikan makanan, terkadang pun tidak juga makan" Ucap nenek Rokiah dengan nada sedih.

Pantauan dilapangan nenek Rokiah tinggal sendiri , dirumah gubuk berdinding tepas dan berlantai papan, yang dibangun oleh warga sudah puluhan tahun yang lalu. Lokasi rumah nenek Rokiah, diatas lahan PTP berukuran 7X13 meter. (Afd)


Bagikan:
KOMENTAR