Ayah Kandung Tega Suruh Kedua Putrinya Oral Sex

Senin, 11 Februari 2019 | 10.21 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Seharusnya anak yang masih duduk dibangku kelas IV SD, dapat kasih sayang dari seorang ayahnya. Ini malah Yudi Aswin (34) warga Jalan Medan Batang Kuis, Dusun XI Desa Bandar Kalippa, Kecamatan Percut Seituan. Tega menyuruh anak - anak kandungnya,  yang masih duduk dibangku kelas IV SD  mengoral sex kemaluanya.

Informasi yang beredar , Sabtu (9/2/20) Yudi Aswin ayah kandung bejad seorang supir tega mencabuli kedua anaknya berinisial SAN (10)  dan NSN (9). Ayah bejad ini ternyata dari tahun 2015 s/d tahun 2018, menyuruh kedua anaknya melakukan oral sex dirumahnya sendiri.

Dugaan Yudi Aswin ayah bejad tega mencabuli kedua anaknya, karena birahinya tak tersalurkan sama istrinya. Melihat kedua putrinya dari balita sampai tumbuh besar sering ganti celana. Makayanya ayah bejad tersebut,  tega mencabuli kedua putrinya.

Kejadian ini terungkap setelah istri pelaku yang bernama Ruswati (36) secara tak sengaja melihat suaminya itu tengah menggesek-gesekkan batang kemaluanya pada dubur putrinya tersebut. Semula ia tak tega melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian namun perbuatan Biadap itu selalu di ulangi oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira membenarkan kejadian ini dan mengatakan bahwa kejadian ini telah berulang kali dilakukan pelaku pada tahun 2015 hingga Desember 2018.

” Pelaku melakukan pencabulan sejak 2015 namun pelapor yang tak lain istrinya itu tak mengingat tanggal dan bulan kejadian,” ucap Putu.

Lanjutnya lagi, kejadian berawal saat istrinya itu melihat anaknya dalam posisi nungging sementara suaminya sedang mengesek-gesekan kemaluanya pada dubur putrinya itu.  Sontak pertengkaran hebat pun terjadi antara kedua suami-istri ini, namun istrinya tak langsung melaporkan kejadian ini pada polisi.  Namun perbuatan terkutuk itu selalu di ulangi oleh pelaku hingga akhirnya istrinya tersebut melaporkan kejadian ini secara resmi pada Polrestabes Medan dan saat ini pelaku telah kami tangkap,” jelas Putu lagi.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku melanggar pasal 81 ayat 1,2,3 Jo 76 D atau pasal 82 ayat 1,2 Jo 76 E UU RI no 35 tahun 2014tentang perubahan atas undang-undang RI no 23 tentang perlindungan anak.

” Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda 5 Milyar ,” pungkas Putu. (Afd)

Bagikan:
KOMENTAR