Miliki Hewan Dilindungi, Krimsus Poldasu Ciduk Pegawai PDAM Tirtanadi

Selasa, 26 Februari 2019 | 13.31 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Reserse kriminal khusus Polda Sumatera Utara bersama tim BKSDA Provinsi Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus kepemilikan dan perdagangan hewan langka yang di lindungi yang berasak dari Papua dan Maluku serta dari Sumatera Utara. Kombes Pol Roni Samtana pada saat paparan kasus di depan gedung Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara ( 26/2/2019 ) jam 10:00 WIB mengatakan bahwa kejadian bermula pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2019, Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat tentang adanya kepemilikan satwa yang dilindungi di Jalan Kolonel Yos Sudarso No. 05, Lingkungan l, Kel. Mabar, Kec Medan Deli Kota Medan, Prov Sumatera Utara.

Selanjutnya Tim yang dipimpin oleh Kompol Wira Prayatna SH, SIK, MH selaku Kanit 3 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut bersama dengan Staf dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melakukan pengecekan ke rumah yang dimaksud dan ditemukan satwa dilindungi yang tempatkan di dalam ruangan khusus yang berada pada bagian belakang rumah berupa:

5 (lima) ekor Burung Kakatua Raja (Probosc’iger Aterrimus), 5 (lima) ekor Burung Kesturi Raja / Nuri Kabare (Psittrichas Fulgidus), 1 (satu) ekor Burung Rangkong Papan (Bucerus Bicomis),1 (satu) ekor Burung Kakatua Maluku (Cacatua Moluccensis),1(satu) ekor Burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulpurea), 3 (tiga) ekor Juvenil burung Kasuari Klambir Ganda (Casuarius Casuarius).

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pemilik hewan yang dilindungi tersebut adalah ROBBY, (37 ) yang berprofesi sebagai karyawan PDAM Tirtanadi Belawan, warga jalan K.L Yos Sudarso No. 05, Lingkungan l, Kel. Mabar, Kec; Medan Deli, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara dan ADIL AULIA, (28 ) tahun, yang berbeda di jalan K.L Yos Sudarso No. 05, Lingkungan i, Kel. Mabar, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan terhadap Adil Aulia, Roni Samtana menerangkan bahwa keduanya ikut dalam kegiatan pemeiiharaan satwa dilindungi sejak bulan Desember 2018 dan atas kepemiiikan satwa yang dilindungi tersebut tidak memiliki lzin apapun dari Pihak yang berwenang,” ucap Roni Samtana.

Selanjutnya terhadap satwa yang dilindungi berupa 5 (lima) ekor Burung Kakatua Raja (Probosciger Aterrimus), 5 (lima) ekor Burung Kesturi Raja / Nuri Kabare (Psittrichas Fulgidus), 1 (satu) ekor burung Rangkong Papan / Enggang Papan (Bucerus Bicornis), 1 (satu) ekor Burung Kakatua Maiuku (Cacatua Moluccensis), 1 (satu) ekor Burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulpurea) den 3 (tiga) ekor Juvenil burung Kasuari Kiambir Ganda (Casuarius Casuarius) tersebut disita dan diserahkan kepada pihak BBKSDA Sumut untuk dibawa ke Taman Wisata Sibolangit untuk penanganan lebih lanjut.

Kombes Roni Samtama juga mengatakan bahwa Pelaku yang berhasil diamankan bernama ADIL AULIA umur 28 tahun, Pekerjaan Wiraswasta, beralamat Jalan K. L Yos Sudarso No 05 Lingkungan I Kel. Mabar Kec Medan Deli, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara (telah dlakukan penahanan).


Untuk itu pelaku di duga melanggar pasal 40 ayat 2 tentang konservasi alam. Yang berbunyi Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup”, sebagaimana dimaksud dalam Pasa! 21 ayat (2) huruf a yang diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) sesuai dengan Pasal 4O ayat (2) Undang Undang Negara RI. Nomor 05 tahun 1990 tentang Konsevasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR