Pelayanan Pembuatan Paspor Di Imigrasi Kelas 1 Polonia Sampai Jam 10 Pagi

Kamis, 07 Februari 2019 | 13.37 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Masyarakat seputar kota Medan yang ingin membuat Paspor dan pergantian Paspor di kantor Imigrasi Kelas 1 Polonia, Jalan Mangkubumi Nomor 2 tidak perlu khawatir. Pasalnya Imigrasi Kelas 1 Polonia , sudah mempermudah pembuatan Paspor maupun pergantian Paspor.

Kasi Infokim Imigrasi Kelas 1 Polonia, Ikhsanul saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu ( 6/2/2019) mengatakan"  Sepanjang dari kantor pusat lancar dalam nomor antrian pengurusan Paspor, tidak ada mengalami kendala. Sudah pasti pelayanan pembuatan Paspor, berjalan dengan lancar. Kalaupun ada kendala, ditangani secepatnya. Biasanya terkendala 1 hari, karena sistim pembuatan Paspor secara online mengambil nomor antrianya" Ujarnya.

Lanjut Ikhsanul . Untuk batas pengambilan nomor antrian secara online pembuatan Paspor, tidak kuotanya. Soalnya pengambil nomor antrian dari Pukul 07:00 Wib s/d Pukul 10:00 Wib. Lewat dari watu yang sudah ditentukan, sudah tidak bisa lagi mengambil nomor antrian secara online. Walau kuota mencapai 150 s /d 200 nomor antrian dalam sehari, kita siap mengerjakanya. Yang penting tidak lewat dari Pukul 10:00 Wib, nomor antrian secara online diambil. Intinya dibawah 
Pukul 10:00 Wib, pelayanan pembuat Paspor masih diterima. Agar masyarakat tidak merasa kecewa. Kalaupun lebih dari prediksi tetap kita layanni, walaupun sampai malam" Pungkasnya.

" Paspor kalau dari SOP nya, siap 4 hari setelah selesai pembayaran ke BNK. Untuk pembayaran Paspor bisa dibayar di BNK Pemerintah maupun Swasta seperti BNK BNI, BNK BRI, BNK Lipo, BNK BCA dan BNK lainya.


" Saya himbaukan pemohon pembuatan Paspor datangla sendiri jangan melalui calo, karena sekarang pembuatan Paspor sudah gampang. Buat pergantian Paspor cukup bawak KTP dan Paspor lama, kalau untuk pembuatan Paspor baru lampirkan fhoto copy KK, fhoto copy KTP, fhoto copy Izaja atau akte kelahiran" Ucap Kasi Infokim Imigrasi Kelas 1 Polonia, Ikhsanul. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR