Polisi Tetap Proses Laporan Pelapor Korban Pemerasan

Sabtu, 23 Februari 2019 | 12.26 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Kepolisian Sektor (Polsek) Pancur Batu tetap memproses laporan pelapor bernama Yogi korban pemerasan yang dilakukan terlapor atas nama, Nagut.

"Terkait laporan pelapor Yogi,  kita (Polsek Pancur Batu) tetap akan memproses dan melakukan penangkapan terhadap tersangka terlapor (Nagut)," kata Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chaniago SH MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Suhaily SH MH kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Dalam menangani pengaduan korban atas kasus tindak pidana yang dilakukan terlapor Nagut dimana Polsek Pancur Batu disebut-sebut oleh pihak pelapor diduga tidak mampu menangani laporan korban, atas belum tertangkapnya terlapor, Kompol Faidir Chaniago menyebutkan, pihaknya sudah melakukan proses sesuai dengan SOP.

"Polsek Pancur Batu melalui personil Unit Reskrim sudah beberapa kali melakukan penggerebekan di rumah tersangka Nagut , namun yang bersangkutan tidak berhasil di tangkap karena tidak lagi tinggal dirumahnya," ujar Kompol Faidir.

Dijelaskan Kapolsek, setelah pihak reskrim memintai keberadaan tersangka Nagut  kepada pihak kepling setempat mengatakan, Nagut tersangka info yang diterima, tersangka telah melarikan diri ke daerah Pulau Jawa.

Disambungkan Kompol Faidir, jajaranya akan melakukan penangkapan terhadap tersangka Nagut jika diketahui keberadaannya di Pulau Jawa.
Masih dibeberkan orang nomor satu di Mapolsek Pancur Batu ini, mengenai rekan-rekan Nagut (tersangka) yang diduga ikut serta melakukan tnidak pidana tesebut, Kompol Faidir belum bisa memeriksanya. Karna Pihak harus terlebih dahulu memeriksa tersangka (Nagut ), dan di teruskan terhadap rekan-rekannya.

Untuk diketahui, kasus tersangka Nagut terjadi pada tanggal 6 Desember 2018 sekira Pukul 10.00 Wib di wilayah hukum Polsek Pancur batu yang pada waktu itu tersangka Nagut memaksa korban Yogi untuk menyerahkan uang kepadanya dan selanjutnya melarikan diri.

"Setelah personil penyelidik kita melakukan upaya penangkapan yang kedua kalinya pada hari, Jumat (4/1/2019) malam sekira pukul 20.00 Wib, dengan didampingi Kades, tersangka tidak berada dirumah lagi. Dan kemudian setelah itu Kepala Desa membuatkan surat keterangan bahwa, tersangka sudah tidak bertempat tinggal lagi di rumah setelah SP2HP dilayangkan kepada pelapor Yogi yang menerangkan tentang sejauh mana penyidikan yang dilakukanterhadap pelapor sampai upaya penangkapan terhadap tetlapor.


Dijelaskan Kanit Reskrim, permasalahan tersebut masuk perma karena kerugian sebesar Rp. 200 ribu dibawah Rp 2.5 juta dan masuk kategori pencurian biasa dalam pasal 362 KUHPidana, bukan perampokan. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR