Dies Natalis GMNI Ke-65, Sekjend ISRI: Pemuda Punya Tanggung Jawab Membangun Akal Sehat

Senin, 25 Maret 2019 | 10.43 WIB

Bagikan:
SETARAPOST | Pada seminar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Surakarta di Hotel Setiakawan, Sekjen Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), Cahyo Gani Saputro mengatakan bahwa visi Bangsa Indonesia merupakan cetak biru hasil rumusan oleh para pendiri bangsa yang dirumuskan dalam sumpah pemuda, yang mana rumusannya kemudian dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, rumusannya isinya antara lain ialah terbentuknya pemerintahan yang melindungi segenap anak-bangsa; menyejahterakan rakyat (negara kesejahteraan); mencerdaskan kehidupan bangsa dan bukan membodohinya; dan ikut berperan serta dan setara dalam kancah internasional.

Selain itu, kata Cahyo, pemuda juga telah melahirkan Sumpah Pemuda yang berbangsa, bertahan air dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

"Oleh karena itu, pemuda mempunyai tanggung jawab untuk membangun akal sehat (common sense) dengan memberikan pencerahan, pencerdasan dan penyadaran, terutama ditahun politik yang saat ini berlangsung dengan maraknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) adalah tantangan besar bagi kaum terdidik Indonesia terutama kaum muda untuk melawan, menangkal dan meluruskannya karena itu merupakan salah satu visi dari Bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan blue print yang telah dirumuskan oleh para pemuda," ujar Cahyo.

Selain itu, Cahyo juga mengatakan bahwa Pancasila merupakan Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, UUD 1945 sebagai landasan konstitusi dalam mewujudkan visi Bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan ciri sosial masyarakat Indonesia yang majemuk yang juga dalam telah ditegaskan dalam Pasal 36A UUD 1945 yaitu Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah ditegaskan dalam Pasal 37 ayat (5) UUD 1945 yaitu Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan, Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih sebagaimana Pasal 35 UUD 1945, Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia sebagaimana Pasal 36 UUD 1945  dan Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya sebagaimana Pasal 36A UUD 1945 merupakan pondasi dan simbol-simbol kebangsaan yang harus terus dijunjung tinggi oleh segenap lapisan masyarakat dan penting untuk di ajarkan mulai usia dini dan pada berbagai jenjang pendidikan di Indonesia dalam rangka membentuk karakter kebangsaan. (sp/ril)
Bagikan:
KOMENTAR