Seorang PRT Tewas Di Duga Menggugurkan Kandunganya

Senin, 11 Maret 2019 | 11.22 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Warga Jalan Hasanudin Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Petisah, mendadak heboh. Pasalnya ditemukan seorang pembantu rumah tangga (PRT) berinisial YL (21),  tewas dirumah majikan, Sabtu (9/3/2019).

Informasi yang didapat, korban ditemukan pertama oleh majikanya bernama Silvia (32) dalam keadaan sekarat dikamar korban.

Berawal ditemukan korban sekarat, saat majikanya Silvia mendatangi kamar korban. Karena korban tidak biasanya, tidak mulai bekerja dari pukul 06:00 Wib. Timbulnya kecurigaan Silvia, banyak bercak darah depan pintu kamar korban. Lalu Silvia memanggil nama korban. Merasa khawatir ada terjadi yang tidak diinginkan, Silvia memanggil suaminya Yopi (32). Silvia dan suaminya Yopi pun, datang ke kamar korban serta menggedor pintu kamar korban. Namun korban tidak membuka pintu kamarnya, dengan alasan belum berpakaian.

Mendengar perkataan korban, pasutri ini menunggu depan pintu kamar korban. Tidak berapa lama, korban hanya mengeluarkan kepalanya dari pintu dengan berkata sebentar y Kak" Ucap Silvia yang meniru ucapan korban sama dirinya.

 Hironisnya wajah korban yang terlihat pucat, Silvia langsung membuatkan susu dan menggorengkan telur. Saat Silvia mengantarkan sarapan yang sudah dibuatnya sekitar pukul 10:00 Wib, ia melihat korban sudah terbaring dilantai dan banyak bercakan darah.

" Spontan saya menjerit histeris melihat keadaan korban, langsung saya panggil suami saya kembali. Lalu saya dan suami saya langsung menghubungi mobil ambulance, dengan maksud membawak korban ke rumah sakit. Saat supir mobil ambulance tiba dan mau mengangkat korban, supir membantalkan karena kondisi korban terlihat sudah tidak memungkinkan lagi. Lalu supir mobil ambulance, menghubungi pihak Polsek Medan Baru." Kata Silvia majikan korban.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing, melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (10/3/2019) mengatakan"  Hasil autopsi dugaan sementara, korban tewas karena pendarahan banyak. Untuk bayinya sudah meninggal saat dalam kandunganya.

" Soalnya kita sudah meminta keterangan dari beberapa saksi dan melakukan identifikasi. Lalu jenazah korban diserahkan kepihak keluarganya. Kita juga masih terus melakukan penyelidikan, tewasnya korban yang diduga karena pengguguran kandungan ini" Pungkas Philip. Afd.
Bagikan:
KOMENTAR