Bupati Madina Mengundurkan Diri, Diduga Akibat Pilpres 2019

Minggu, 21 April 2019 | 16.26 WIB

Bagikan:
Bupati Madina, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dan surat pengunduran dirinya. (Foto: idntimes) 
SETARAPOST | Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution mundur dari jabatannya. Saat dikonfirmasi, Dahlan membenarkan keputusannya mundur, termasuk surat resmi pengunduran diri yang ditandatangani Dahlan.
"Iya benar (surat itu),” kata Dahlan lewat sambungan telepon, Minggu (21/4) siang.
Diketahui, surat tersebut sudah beredar dalam beberapa  hari terakhir. Surat bernomor :019.6/1214/TUPIM/2019 tertanggal 18 April 2019 itu ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri. Perihal surat tertulis tentang permohonan berhenti dari jabatan Bupati.
Sayangnya saat dikonfirmasi, Dahlan menolak memberikan alasan detail perihal pengunduran dirinya.
“Gak usah, sebagaimana surat itu saja sudah,” ujarnya.
Pun ketika ditanya pewarta apakah pengunduran diri itu berkaitan dengan hasil Pemilu 2019, Dahlan hanya menjawab dengan singkat. “Gak usah yang lain-lain,” ucapnya.
Sementara itu, dari surat yang beredar isinya menunjukkan bahwa Dahlan kecewa dengan hasil Pemilu 2019. Itu ada di paragraf pertama surat yang dilayangkannya. Meski demikian, dia mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang ada di Mandailing Natal.
Berikut isi surat permohonan pengunduran diri dari Dahlan kepada Presiden:
Dengan hormat,
Kami maklumkan kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.
Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup siginifikan antara lain Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain.
Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan  baik bersama beberapa putra daerah disertai ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.
Perlu kiranya kami tambahkan walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap setia kepada  Bapak dan berjanji siap membantu Bupati sepenuhnya manakala diperlukan.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan sehingga mampu mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia Amin.
Bupati Mandailing Natal,
(Drs. H. Dahlan Hasan Nasution)




Sumber: idntimes.com
Bagikan:
KOMENTAR