Ir.Chairil Sumbang Lahan Seluas 6 Rantai Untuk Pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah

Senin, 01 April 2019 | 12.19 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, memang harus  ikhlas meyumbangkan harta yang kita milikki buat diakhirat. Pasalnya Ir.Chairil, menyumbangkan tanahnya seluas 6 rantai yang terletak dijalan Denai Pasar V Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai untuk pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah.

Dalam susunan pengurus pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah ialah  Ir.Chairil sebagai ketua pembangunan, Syafi'i Rambe Wakil Ketua, Dr.H.Zulkifli Matondang,M.Si Sekretaris, Sutrisno wakil Sekretaris, H.Jamaluddin Batubara,Lc.MA Bendahara, H.Suryadi Sari,SE.MBA wakil Bendahara.

Untuk pengurus Kenaziran Tanah Wakaf ialah, H.Ramli Tanjung Ketua, Imam Syafi'i Rambe, S.P.d.M.Si  Sekretaris, Dr.H.Zulkifli Matondang,M.Si Bendahara.

Dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah, dihadiri Ustad Kondang  mualaf dari Jakarta Syamsul Arifin Nababan, calon DPD RI H.Dedi Iskandar Batubara,S.Sos.,S.H., M.SP, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan.

Ustad Syamsul Arifin Nababan, dalam tausianya dihadapan sejumlah undangan yang hadir, dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah mengatakan." Biasanya saya Ustad pencari dana. Karena begitu saya sampai dari Jakarta, langsung dijemput dari Bandara Kualanamu dan dibawak kelokasi ini. Saya mempunyai 4 pesantren, 2 dikupang dan 2 lagi dijakarta. Nama pesantren saya ialah Mualaf, karena saya seorang mualaf. Saya berasal dari Samosir, karena disitulah kampung halaman saya. Semasa kecil saya dulu  sering bertengkar dengan temen saya yang muslim, karena berbedah akidah. Sekarang saya dan temen saya itu bertemen, karena sudah satu akidah.

Tidak mungkin orang kafir membantai umat muslim, tidak ada alasan. Alasanya ialah karena kita sebagai umat muslim , beriman kepada Allah SWT. Banyak orang mengorbankan dirinya, untuk mempertahankan imanya" Kata Ustad Syamsul Arifin Nababan.

Lanjut Ustad Syamsul Arifin Nababan, ayah dan ibu saya belum masuk islam. Dalam keluarga cuma saya yang masuk islam. Makanya saya keliling benua untuk berdakwa. Cuma 1 benua saya belum berdakwah yaitu Afrika, soalnya ngeri. Apabila kita ada menginslamkan orang masuk islam, jangan hanya diberi sertifikat saja. Bimbing dia tentang ajaran islam, soalnya itu memag sudah kewajiban kita membimbing orang yang masuk islam. Alhamdulilla saya sudah banyak  menginslamkan orang, itu semua hidayah dari Allah SWT. Kalau kita mengajari islam sama mualaf, harus kita pakai pribahasa mualaf tersebut. Karena dalam pribahasa mualaf itu, ada semua didalam Alkitab si mualaf tersebut.

" Saya pernah Shollat Jum'at di Amerika, nama daerahnya flutsa. Usai melaksanakan Shollat Jum'at mereka melakukan Fratresing,  atau memberi sumbangan. Sumbangan yang dilakukan mereka seperti lelang, dari 1000 dolar s/d 10 ribu dolar. Dari jumlah sumbangan ini tidak ada yang meunjukan tangan. Tiba - tiba ada seorang lelaki tua berumur (60) tahun menunjukan tangan, bahwa ia mau menyumbangkan sebesar 100 ribu dolar. Sumbangan di Amerika sistimnya main transfer. Lalu saya terkejut dan langsung mendatangi lelaki tua itu,   sambil menyalaminya. Saya tanyak apa pekerjaanya, dan lelaki tua itu menjawab ia hanya seorang supir Taxi. Lelaki tua  tersebut mengutarakan,  bahwa uang yang dimilikinya uang tabunganya bertahun - tahun. Alasan lelaki tua tersebut menyumbangkan uang tabunganya, untuk bekal dia disurga. Dengan itu saya ingin mencari uang  buat umat muslim yang hadir disini,  menuju surga. Agar Masjid AR - Rohmatul Hidayah, dapat dibangun dengan secepatnya. Masak kita kalah dengan lelaki tua yang baru masuk islam baru 8 tahun, di Amerika." Ucap Ustad Syamsul Arifin Nababan.

Usai mendengar tausia Ustad Syamsul Arifin Nababan. Para undangan berlomba - lomba menunjukan tangan, untuk memberi sumbangan pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah.

Dilanjutkan, Calon DPD RI Dedi Iskandar Batu Bara,  meletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidaya, dan diteruskan Ustad Syamsul Arifin Nababan juga Ir.Chairil beserta keluarga.

Ir.Chairil saat dikonfirmasi Setarapost.com, mengatakan." Kami sumbangan tanah dan diwakafkan untuk pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidaya, buat masyarakat. Agar Masjid yang dibangun dapat dipergunakan masyarakat, buat beribadah. Sebelum dilaksanakan pembangunan, terlebih dahulu kami urus surat ijinya di BPN. Lalu kami panggil Arsitek untuk menggambar Masjid AR - Rohmatul Hidaya. Alhamdulilla dalam pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah, banyak dibantu orang. Sabenernya peletak batu pertama pembangunan Masjid AR.Rohmatul Hidaya, dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edi Ramayadi. Karena bapak Gubernur Sumut berhalangan, makanya beliau tidak bisa hadir. Padahal dari 2 bulan yang lalu, saya sudah jumpa bapak Gubernur Sumut Edi Ramayadi, agar dapat hadir peletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah. Dalam pertemuan tersebut, bapak Gubernur Sumut bersedia meletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah. Mungkin beliau lebih penting tugas Negara, makanya tidak bisa hadir." Ujarnya.

Saat disinggung Gubernur Sumut Edi Ramayadi, sudah diundang dari sebelumnya.

 Ir.Chairil mengatakan" Tidak apa - apa, mungkin kami yang salah. Soalnya kami melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah, secara tiba - tiba pada tanggal (31/3/2019). Karena baru seminggu kami masukkan surat pemberitauan, lagian beliau pun masih dijepang. Memang beliau pulang katanya hari ini, kan tidak mungkin dirombak acaranya. Sementara kita sudah mengundang,  Ustad Syamsul Arifin Nababan dari Jakarta" Pungkasnya.

Saat disinggung kembali bahwa Gubernur Sumut Edi Ramayadi, lagi dijalan menuju lokasi pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah.

Ir.Chairil mengungkapkan, kalau masalah bapak Gubernur Sumut informasinya lagi dijalan" Saya tidak tau persis. Apakah beliau masih di Jakarta, apa sudah di Medan. Kalau beliau masih di Jakarta, mungkin belum bisa pulang. Tapi kami pun sudah ikhlas bapak Gubernur Sumut Edi Ramayadi,  tidak bisa hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah. Memang harapan kami , beliaula yang meletakan batu pertama pembangunan Masjid AR - Rohmatul Hidayah. Kan tidak mungkin juga  kami tanggalkan baliho - baliho yang sudah terpasang, gara - gara Gubernur Sumut tidak bisa hadir. Intinya kami ikhlas dengan ketidak hadirnya, bapak Gubernur Sumut Edi Ramayadi." Pungkasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR