ISNU Ajak Masyarakat Jaga Kesatuan Pasca Pemilu.

Sabtu, 20 April 2019 | 10.12 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Demi keamanan dan kenyamanan masyarakat menghadap pasca Pemilu yang sudah terlaksana, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Utara ( PW ISNU Sumut ) Dr H. Nispul Khoiri,M Ag, menegaskan Pemilu yang sudah berlangsung hari, Rabu tanggal (17/4/2019) , pantas disyuhkuri oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pemilu merupakan momentum sejarah dan strategis menentukan kemajuan Negara ini kedepan. Seluruh pemilih telah memberikan suaranya pada Pemilu, merupakan bentuk kontribusi masyarakat Negara.

Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Utara ( PW ISNU Sumut ) Dr H. Nispul Khoiri,M Ag, saat diwawancara Setarapost.com, Kamis ( 18/4/2019) mengatakan"  Kesadaran bernegara tersebut, semakin terukur dengan meningkatnya partisipasi pemilih pada Pilpres, Pileg dan Pil - DPD. Momentum tersebut telah diwujudkan secara bersama - sama,  secara demokratis dan bergembira dengan menciptakan Pemilu damai, aman dan kondusif. Negara kitapun menjadi perhatian dunia sebuah bangsa besar populasi penduduk dan yang besar, pluralisme berbagai  suku, agama, ras dan bilangan kelompok / golongan. Telah berhasil menyelenggarakan pesta demokerasi serentak satu hari menyelenggarakan Pilpres, Pileg DPR RI, DPRD Provinsi / Kab/Kota dan Pil - DPD.

" Realitas ini menunjukan sebuah gambaran penting ditengah kebinekaan dan keberagaman , Indonesia mampu menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah Negara demokratis, santun dan tidak mengalami konflik. Seperti kita ketahui dan saksikan bersama, hasil Pemilu melalui penghitungan cepat (Quik Count) dilakukan dari berbagai lembaga survei kredibel telah diumumkan, menunjukan pada kemenangan pasangan nomor urut 01 / Ir H.Joko Widodo - KH.Ma'ruf Amin. Sementara dilain pihak pasangan nomor urut 02 / Prabowo Subianto - Sandi Uno, juga telah mengklaim sekaligus mendeklarasikan kemenangan berdasarkan real count internalnya.

Menyikapi hal ini, ISNU Sumut, mengajak masyarakat dan seluruh komponen Bangsa ini, untuk semakin dewasa berpolitik, kita harus sabar dan tenang menunggu hasil hitungan resmi dari KPU." Kita tidak terpancing dengan segala bentuk yang sifat provokatif mengganggu stabilitas demokrasi  dan Negara.Segala sesuatu menggerakkan kekuatan masa guna mencederai Pemilu, mari kita cegah secara bersama dengan TNI - Polri serta penyelanggara Pemilu" Ucap Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Utara ( PW ISNU Sumut ) Dr H. Nispul Khoiri,M Ag.

Lanjut Dr H.Nispul Khoiri yang sekaligus Dosen Pascasarjana UIN - SU ini. Keberhasilan  menyelenggarakan Pemilu damai, aman dan kondusif tersebut harus diapresiasi secara bersama - sama. Ekspektasi bersama tersebut harus ditunjukan oleh masyarakat untuk tetap bersikap tenang, damai, menurunkan emosional masing - masing. Sampai pada akhirnya KPU mengumumkan secara resmi calon pemenang dan terpilih, sebagai Presiden dan wakil Presiden republik Indonesia (2019 - 2024). Siapapun terpilih dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden kedepan adalah kemenangan Indonesia. Persatuan dan Kesatuan lebih diprioritaskan, NKRI harus menjadi harga mati. Ketika kita mampu menunjukan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah Negara demokratis dan santun dalam berpolitik - bernegara. Maka hasil tersebut juga harus kita buktikan sesama anak bangsa pasca Pemilu ini.

Disini pula dibutuhkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, terutama kepada dua calon pasangan Presiden dan wakil Presiden serta pendukung masing - masing, bahwa persatuan dan kesatuan sebagai bentuk kemaslahatan Negri ini yang harus ditegakkan bersama" Katanya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR