Pelantikan Pengurus PW ISNU Di Hadiri Sejumlah Narasumber

Kamis, 04 April 2019 | 09.15 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Puluhan mahasiswa dari  sejumlah Fakultas, hadir pelantikan pengurus PW ISNU Sumut, Senin (01/04/2019) dihotel Madani Jalan Sisingamaraja persis dipersimpangan Yuki Simpang Raya dan Masjid Raya. Hadir juga tokoh masyarakat Sumut, mantan Gubernur H.Syamsul Arifin

Selama kegiatan pelantikan PW ISNU berlangsung,  sejumlah Narasumber seperti  Ketua PW Isnu Sumut Dr.Nispul Khoiri,MA, Sekumm PP Muhammadiyah Dr.Abdul, Mu' Ti,M.Ed, Ketua umum DPP Isnu  Dr.Ali Masykur,M.Si M.Hum, Kapolda Sumut Irjend Pol.Drs.Agus Adrianto SH MH,wakil Ketua DPD RI Prof Dr.Dr.Ir Hj Darmayanti Lubis, Anggota Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid, hadir juga.

Moto adanya pelantikan PW ISNU Sumut ialah, Deklarasi Damai Indonesia Seminar Nasional Membangun Nalar Sehat Memperteguh NKRI.

Usai pelantikan pengurus PW ISNU Sumut, para narasumber membahas politik damai di Pemilu tanggal (17/4/2019).

Ketua umum PP Isnu Dr.Ali Masykur mengatakan" Kita harus mempunyai kompetisi yang bagus, agar budaya politik tetap terjaga. Kalau TNI dan Polri, tetap menjaga kedaulatan Negar di Pemilu. Maka dari itu, untuk adik - adik mahasiswa ialah sebagai pendingin dan penyejuk di Pemilu nanti. Dengan itu, kita janganla menyebarkan berita hoax di Pemilu. Kita harus saling menjaga Pemilu berjalan dengan lancar dan damai, demi NKRI. Hindari berita hoax , yang dapat membuat pecah belah Negara yang kita cintai ini" Ujarnya.

Sementara Prof Dr Hj, mengungkapkan, untuk partai sebanyak 30 persen saat ini belum tercapai. Soalnya untuk pemilihan perempuan yang banyak.Makanya dengan hal - hal seperti ini, harus kita beri pencerahan. Sebenernya kita semakin maju sekarang , karena dengan cara berpolitiknya sudah semakin meningkat. Coba adanya pemimpin dari perempuan, mungkin semakin maju lagi. Karena sedikitnya pemimpin dan ketidak adanya dari perempuan, makanya partai yang diinginkan belum tercapai. Untuk masalah penyebaran hoax, kita akan memanggil dari kementrian" Pungkasnya.

" Kalau kita sibuk dengan berekreasi mungkin tidak akan terjadi perpecahan, apalagi dijaman muda/ mudi sekarang. Kalau jaman dulu mencari informasi melalui internet susah. Tapi sekarang peluang hadir, baik dibelakang layar maupun didepan layar. Berarti tehnologi sekarang semakin canggih. Sangking canggihnya tehnologi sekarang, pelawak Kak Betti dapat mengutarakan bahasa Medan melalu Youtube. Atas kecanggihan tehnologi sekarang, beribu orang yang menonton Youtube Kak Betti. Padahal sebelumnya,  Kak Betti hanya tenaga kerja Indonesia (TKI) dimalaysia. Karena kecanggihan tehnologi sekarang, Kak Betti menjadi sukses." Kita menuntut rendahnya pemimpin dari perempuan, itu karena rendahnya keyakinan kita sebagai pemimpin" Sambung anggota Komis DPD RI Meuty Viada Hafid. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR