Warga Nias Di Tangkap Polsek Helvetia Di Tembung Di Duga Kenak Jebak

Rabu, 24 April 2019 | 07.49 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Penangkapan tersangka bernama Lius Bulolo (18) , yang ditangkap petugas Polsek Helvetia ditembung Pasar VII Gang Pancasila Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu tanggal (06/04/2019) simpang siur. Pasalnya keluarga tersangka Lius Bolo menyatakan, bahwa Lius Bolo dijebak temenya sendiri orang jawa.

David Kabiro Tabloid terbitan Medan yang tak lain rekan Daci, abang Lius Bololo saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2019) mengatakan"  Lius Bolo dari Nias ia merantau ke Medan,  dengan niat cari kerja. Bulan Maret 2019 Lius Bololo sampai dimedan, berarti baru sebulan dia dimedan. Selama dua minggu Lius Bololo bekerja disalah satu pabrik dimedan. Dipabrik tersebut , Lius Bololo dapat temen orang jawa. Lalu Lius Bolo dibawak temenya orang jawa, ke tembung Pasar VII Gang Pancasila.Dilokasi Lius Bololo dipaksa temenya memakai narkoba jenis sabu, dengan rayuan ayok pakai enak ini. Awalnya Lius Bololo menolak ajakan temenya memakai sabu, karena dirayu terus akhirnya Lius Bolo memakai narkoba juga bersama temenya orang jawa tersebut.
 Setelah memakai narkoba, Lius Bololo disuruh pulang. Karena disuruh pulang, Lius Bololo pulang naik sepeda motor. Disaat itu Lius Bololo tidak ada uang dan barang apa pun, disaku celananya. Sekitar 300 meter Lius Bololo meninggalkan lokasi, ia langsung disetop petugas Polsek Helvetia. Saat digeledah petugas diseluruh badan Lius Bololo, petugas Polsek Helvetia menemukan barang bukti sabu disaku celana Lius Bololo" Apa ini kata petugas, lalu Lius Bololo menjawab bukan barang saya bang" Kata David yang menirukan ucapan Polisi dan ucapan Lius Bololo.

 Lanjut David, saat kami tanyak sama terduga tersangka Lius Bololo bahwa barbut itu tidak ada dikantonginya dalam celana yang dipakainya, ia mengaku siap pakai narkoba langsung pulang. Tapi dari petugas Polsek Helvetia, barbutnya ada. Hironisnya petugas Polsek Helvetia, memaksa terduga tersangka Lius Bololo akui barbut tersebut miliknya. Lalu terduga tersangka Lius Bololo, berkeras barang tersebut bukan miliknya.

" Tanggal 06/04/2019, pak Daci yang kebetulan digereja mendapat informasi bahwa Lius Bololo ditangkap petugas Polsek Helvetia.Lalu pak Daci menghubungi abang Lius Bololo. Begitu dapat informasi, abang Lius Bololo menghubungi temenya orang Brimob bernama Agus. Tidak berapa lama  Agus yang bertugas di Brimob, tiba di Polsek Helvetia dan menjumpai juru periksa (Juper) bernama Aipda Lasdoyan Silalahi. Dalam pembicaraan mereka agar Lius Bololo dapat dibebaskan dari penjara, Aipda Lasdoyan Silalahi diduga meminta uang tebusan sebesar Rp.15 juta.

Lalu Agus menyampaikan sama keluarga Lius Bololo. Karena tidak sanggup dengan uang sebesar itu, esok harinya keluarga Lius Bololo menemui Aipda Lasdoyan Silalahi langsung. Hironisnya lagi Juper Aipda Lasdoyan Silalahi, suruh jumpai Brimob Agus kembali. Agus pun ditelfon keluarga Lius Bololo,  untuk dapat datang ke Polsek Helvetia. Tidak berapa lama Agus tiba di Polsek Helvetia, dan menyatakan tidak sanggup kalau tidak ada uang sebesar Rp.15 juta. Agus pun menemui kembali juper Aipda Lasdoyan Silalahi, bermaksud nego Rp.10 juta. Namun Aipda Lasdoyan Silalahi, masih tetap dengan pendirianya. Karena tidak bisa juga, Agus meninggalkan Polsek Helvetia. Pak Daci pun berupaya menemui Aipda Lasdoyan Silalahi kembali, namun Aipda Lasdoyan Silalahi berupaya menghindar sambil berkata" Keluargamu kan ada penyidik di Polrestabes Medan, suruh hubungi saya. Padahal dari sebelumnya  juper Polrestabes Medan sudah menghubungi Aipda Lasdoyan Silalahi, tapi tetap tidak bisa juga" Ucap David.

David menjelaskan, hironisnya Aipda Lasdoyan Silalahi menyatakan bahwa berkas Lius Bololo sudah dilimpahkan di kejari Medan pada bulan Maret 2019. Saat kami cek sama orang Kejari Medan benama Jolo Rambe tanggal (15/4/2019), bahwa berkas Lius Bololo belum diserahkan pihak Polsek Helvetia, kata pak Jolo Rambe dikantor Kejari Medan" Pungkasnya.

Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni SH, saat dikonfirmasi melalui Whatsap terkait kasus narkoba tersangka  Lius Bololo, tidak memberi jawaban.

Sementara Panit  Reskrim 1 Iptu Sebayang saat dikonfirmasi melalui Hendfon, Senin ( 22/4/2019) mengatakan" Tersangka Lius Bololo tidak ada dijebak, dan tersangka ditangkap ditembung atas informasi masyarakat.

Saat Polisi menggeledah badan tersangka, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu di saku celana tersangka. Untuk surat penangkapan ada kami beri sama keluarga tersangka, tapi saudara tersangka yang wartawan tidak mau menerimanya. Saat dilakukan tes urine oleh tersangka, ternyata tersangka Lius Bololo positif memakai narkoba. Jadi informasi bahwa tersangka dijebak, itu semua tidak benar" Paparnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR