ISNU Sumut Apresiasi Polri & TNI Tangani Kerusuhan Masa 22 Mei

Sabtu, 25 Mei 2019 | 12.59 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Kerusuhan masa yang terjadi , tanggal 22/Mei/2019 yang dapat teratasi Polri dan TNI. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (ISNU) memberi apresiasi terhadap Polri dan TNI.

Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (KPW ISNU Sumut) Dr H.Nispul Khoiri, M Ag, ketika sebagai narasumber dialog kebangsaan yang diselenggarakan Dewan Serikat Mahasiswa UIN - SU, Jum'at tanggal (24/5/2019) mengatakan"  Kerusuhan yang terjadi di Jakarta,  tanggal 22/Mei/2019 sangat kita sesalkan bersama. Sesuatu tidak diinginkan dan diwanti - wanti bersama,  akhirnya terjadi. Demokrasi yang telah dibangun dengan ajakan damai, santun dan bermartabat akhinya terkoyak, oleh kelompok - kelompok menginginkan Negara ini terpecah belah  dengan alasan narasi kecurangan KPU dan tidak menerima keputusan terhadap Presiden & Wakil terpilih diumumkan oleh KPU. ISNU sangat menyesalkan dengan terjadi itu. Peristiwa ini tidak saja memakan korban meninggal dunia / luka - luka, merusak sarana prasarana, tetapi lebih dari itu. Kita telah mempertontonkan didepan dunia, sebuah sikap anarkis / prontal yang sesungguhnya bukan karakter asli bangsa ini yang telah dikenal dunia sebagai bangsa beradab, menjunjung etika dan toleran" Ujarnya.

Lanjut Dr.H.Nispul Khoiri, sesungguhnya Pemilu (Pilpres) merupakan proses demokrasi politik biasa, dilangsung setiap lima tahun sekali dan setelah lima tahun dapat dipilih kembali. Seharusnya segala hasil keputusan KPU harus diterima dengan lapang dada. Harus siap kalah dan siap menang. Negara juga telah mengatur, jika proses Pemilu diindikasikan terjadi kecurangan, secara konstitusional menjadi doman MK untuk menyelesaikan secara konstitusional pula. Bukan menciptakan/melakukan kerusuhan dan kekisruhan yang dapat menggoyahkan stabilitas negara, stabilitas ekonomi dan stabilitas sosial. Artinya peristiwa ini sangat merugikan negara dan masyarakat kita sendiri. Dikarenakan mudahnya terpancing dan diprovokasi oleh provokator menginginkan NKRI ini terpecah belah. Konsekwensinya kejadian ini semakin lebar membuka,  polarasisasi masyarakat dan tidak tertutup kemungkinan berimplikasi lebih luas lagi. Karena itu ISNU menghimbau kepada dua kubu pasangan Pilpres terpilih dan tidak terpilih, rekonsiliasi para elit politik sangat dibutuhkan, tidak saja para elit diatas juga ke grasrool, guna menenangka, menyejukan suasana politik yang cukup, apalagi diperparah berita hoax turut memperkeruh suasana" Ucapnya.

Dr H.Nispul Khoiri, M Ag, menambahkan, kerusuhan terjadi pada 22 Mei, harus disikapi secara bijaksana, sebagai pelajaran penting untuk tidak terulang kembali kedepan sebagai masyarakat dan elit - elit politik, dibutuhkan nalar yang sehat dan cerdas bahwa persatuan dan kesatuan adalah prioritas bersama untuk dikedepankan Persatuan dan kesatuan ditengah pluralitas menjadi urat nadi kekuatan NKRI. Maka segala gerakan - gerakan meskipun mengatas namakan kedaulatan rakyat harus dipikirkan kembali untuk digelar/dilaksanakan, justru dengan begitu akan memberikan ruang bagi penyusup untuk melakukan provokasi sehingga memancing kerusuhan sebagaimana terjadi dijakarta 22 Mei yang lalu. Selain itu segala potensi dapat memicu konflik dinegara ini, harus diwaspadai dan diantisipasi bersama - sama. Jangan diberikan lagi ruang sedikit apapun terciptanya potensi - potensi makar yang dapat melemahkan NKRI. Jika itu terjadi akan menjadi kebiasaan dan itu sangat berbahaya bagi negara ini" Pungkasnya.

Diakhir pembicaraan, Ketua ISNU Sumut, mengucapkan salut dan memberikan apresiasi kepada Polri dan TNI, atas keberhasilan meredam kerusuhan masa 22 Mei tersebut dan sekaligus mendesak kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus kerusuhan masa 22 Mei tersebut.

" Mari kita doakan kepada Polri dan TNI , untuk senantiasa diberikan kekuatan menjaga NKRI. Bagi korban meninggal dunia pada peristiwa tersebut, semoga ditempatkan pada sisi terbaik oleh Allah SWT dan keluarga ditinggalkan sabar atas cobaan ini" Ungkap Dr H.Nispul Khoiri, M Ag. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR