ISNU Sumut Apresiasi Syafari Ramadhan Panglima TNI & Kapolri Bersama Tokoh Agama

Selasa, 14 Mei 2019 | 21.16 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Terlasananya Safari Ramadhan yang dilaksanakan Panglima TNI & Kapolri bersama masyarakat. Membuat Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara ( PW ISNU) Sumut, Dr H.Nispul Khoiri, M.Ag, memberikan apresiasi program Syafari Ramadhan TNI & Polri yang sekaligus buka bersama dengan tokoh - tokoh agama, dan masyarakat Sumatera Utara dihanggar Lanud Soewondo Medan, Selasa ( 14/5/2019).

Menurut Ketua ISNU Sumut Dr H.Nispul Khoiri, M.Ag, kegiatan ini cukup penting dan strategis dilakukan." Kita salut kepada Panglima TNI & Kapolri yang selalu bergandengan membangun kedekatan TNI dan Polri kepada masyarakat. Dekatnya TNI dan Polri menunjukan terbangun komunikasi komunikasi yang baik. Panglima TNI dan Kapolri, dapat merespon dan mengadopsi berbagai informasi langsung. Komunikasi langsung menjadi media, tepat mensosialisasikan hal penting yang perlu diketaui masyarakat dan mencari solusi bersama TNI - Polri, dengan tokoh agama / tokoh masyarakat. Dengan adanya pertemuan, kebersamaan dan dialog akan memunculkan berbagai pikiran strategis terhadap berbagai persoalan penting terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan negri ini, sekaligus memunculkan pradigma baru bahwa TNI dan Polri merupakan mitra terdekat masyarakat yang senantiasa membangun kedekatan masyarakat" Ujarnya.

Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, yang juga dosen Pascasarjana UIN Sumut ini menegaskan, persoalan krusial dihadapi bangsa ini adalah menyikapi hasil pengumuman akhir KPU pemilihan Presiden / Wakil terpilih pada tanggal 22 Mei 2019. Segala bentuk isu kecurangan Pemilu yang dilontarkan kepada KPU kemudian ditindak lanjuti dengan ajakan gerakan people power dan makar, akan berimplikasi menimbulkan gesekan antar anak bangsa, tidak tertutup kemungkinan menimbulkan kekacauan negara dan ini harus diantisipasi sejak dini.Nalar sehat masyarakat harus mengkedepankan bahwa persatuan dan kesatuan hal prioritas. Seharusnya masyarakat dan bangsa ini pandai bersyukur, menjaga persatuan dan kesatuan sebuah kemaslahatan anugerah yang diberikan Tuhan sebagai kenikmatan terbesar negri ini, yang selama ini sudah dirawat/dijaga ditengah kebinekaan. Menjaga/mempertahankan persatuan dan kesatuan sesungguhnya lebih sulit dari memperolehnya. Bentuk kesyukuran tersebut diwujudkan senantiasa mencintai NKRI, dengan menolak berbagai bentuk yang dapat merongrong keutuhan NKRI itu sendiri" Ucapnya.

Lanjut Dr.H. Nispul Khoiri, M.Ag, apa yang dikakukan dan akan dilakukan oleh TNI dan Polri khususnya mengawal pengamanan dan hasil Pemilu serta menjaga keutuhan NKRI, wajib kita berikan dukungan sepenuhnya. Karena itu ISNU Sumut mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk turut melibatkan diri memulihkan kondisi politik, yang saat ini semakin memanas. Panggilan hubbul wathan minal iman sebuah keniscayaan yang harus kita tunjukan. Pilpres adalah proses demokrasi biasa dalam waktu lima tahunan. Namun lebih penting/prioritas dari itu adalah menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Maka ketika Panglima TNI dan Kapolri berjalan bersyafari Ramadhan bersama tokoh agama/masyarakat, sesungguhnya menjadi simbol dari keindahan persatuan dan kesatuan yang kita nikmati hari ini. Ketika Panglima TNI dan Kapolri ini senantiasa bergandengan menyerukan dan mengajak NKRI adalah harga mati. Kenapa tidak dukungan masyarakat juga harus ditunjukan memback - up dan mewujudkan bersama bahwa persatuan kesatuan NKRI adalah juga harga mati" Pungkasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR