Kasus Pelecehan Di Polres Taput Tidak Berjalan, Keluarga Korban Datangi Ombudsman

Selasa, 14 Mei 2019 | 13.07 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Kesalnya keluarga korban pelecehan yang dilakukan seorang guru agama ditapanuli Utara (Taput). Pasalnya, dari tahun 2018 kasus pelecehan yang sudah dilaporkan di Polres Taput, sampai dinihari belum berjalan juga. Dengan itu, keluarga korban pelecehan mendatangi kantor Ombusdman Sumut dijalan Sei Besitang No.3 Kelurahan Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Senin (13/5/2019) sekira pukul 14:00 Wib, guna meminta keadilan. Agar kasus pelecehan yang dialami para korban dapat diterselesaikan.

Karena kasus yang sudah setahun dilaporkan keluarga korban , di Polres Taput. Belum juga menahan pelaku berinisial SN.

Kuasa hukum para korban Johanes Siregar SH, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan" Aneh kasus yang sudah sampai dipengadilan belum dapat diterselesaikan juga. Hironisnya pelaku yang merupakan guru SD di Siborong - borong, Kabupaten Taput belum juga ditahan. Makanya keluarga korban mendatangi Ombusdman, guna untuk diselesaikan" Ujarnya.

Lanjut Johanes Siregar, sampai dinihari keluarga korban sangat kecewa dengan penegak hukum di Taput. Karena pelaku yang merupakan guru agama, sampai sekarang belum juga ditahan.Bahkan tersangka masih bebas berkeliaran, sehingga membuat para orang tua korban trauma dan malu" Ucapnya.

Salah satu orang tua korban bernama Delfi Simamora saat dikonfirmasi wartawan, sangat kecewa dengan aparat penegak hukum di Taput.

" Saya datang ke kantor Ombusdman meminta keadilan. Soalnya dari kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru SD di Siborong - borong  terhadap anak saya, ia tidak bisa berlajar disekolahnya. Bahkan anak saya pun  trauma,   melihat guru predator sampai sekarang belum juga ditahan. Saya sebagai orang tua korban tetap mengawali kasus ini , sampai dipengadilan di Taput demi masa depan anak saya" Kata Delfi Simamora

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar mengaku sudah menerima laporan pengaduan dari orang tua korban yang merasa anaknya terjadi pelecehan seksual. Selanjutnya tim Ombudsman bakal mengkaji dilihat dari kaus itu adanya wewenang Ombudsman.

Sebab, kasus itu sudah sampai ke pengadilan dan belum juga menahan tersangkanya.

“Ombudsman akan mempertanyakan kepada pihak kepolisian yang menangani kasus itu dari awalnya tidak menahan tersangka. Kita tidak tau di kepolisian tersangka tidak ditahan sampai di kejaksaan juga tidak ditahan semuanya akan dipertanyakan. Kita juga mendorong kepada kepada pihak keluarga bisa mengadu ke Propam Poldasu, ” tambahnya.

Untuk itu, tambahnya, kasus pelecehan itu bisa tuntas dilakukan pihak pengadilan Taput. “Keadilan hukum harus berpihak kepada keluarga korban yang datang jauh-jauh ke Ombudsman Sumut, ” tandasnya" (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR