Massa Aksi di Medan Menolak Makar dan People Power

Sabtu, 11 Mei 2019 | 12.14 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Dua kelompok massa menggelar aksi di depan gedung Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik, Kota Medan, Jumat 10 Mei 2019 pada pukul 15.00 WIB.

Satu tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Makar dan satunya lagi dari Aliansi Masyarakat Islam Nusantara (Amin) Sumut. Kedua kelompok massa melakukan aksi damai.

Di lokasi, masing-masing koordinator berteriak mendukung kinerja TNI dan Polri melakukan pengamanan pemilu. Apalagi saat ini rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi masih berlangsung.

"TNI dan Polri harus bersatu. TNI dan Polri harus berani menindak tegas orang-orang yang melanggar hukum dan mencoba melakukan makar," kata salah satu orator aksi.

Massa aksi yang dikawal polisi itu, membentangkan spanduk bertuliskan 'Masyarakat Sumut Menolak Adanya People Power' dan 'Jangan Menghasut Rakyat'.

Koordinator Amin Sumut, Rahman kepada wartawan menegaskan, tidak setuju dengan aksi people power, menghasut dan memecah belah masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu, KPU dan TNI serta Polri.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu sebagai pengawas pemilu karena sudah bekerja sebagaimana fungsinya. Terima kasih juga kepada KPU karena bekerja sesuai dengan fungsinya dan sampai saat ini Pemilu 2019 berjalan lancar. Terima kasih juga kepada TNI dan Polri karena sudah mengawal Nusantara, khususnya Sumut, yang aman sebelum maupun setelah Pemilu 2019," ungkap Rahman.

Massa yang rata-rata mahasiswa itu berharap setelah pemilu selesai, masyarakat Indonesiamaupun Sumut tidak terpecah-belah dan tidak mudah dihasut.

"Kita semua pasti inginkan kedamaian, persatuan dan kesatuan di Indonesia dan di Sumut. Jadi kepada masyarakat yang telah menyumbangkan suaranya pada pemilu maupun peserta pemilu, baik calon presiden maupun calon wakil presiden agar tetap menerima keputusan KPU yang saat ini masih melakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi," ungkapnya.

Menurut Rahman, jika memang terjadi kecurangan pada pemilu, bisa ditempuh dengan mengikuti aturan maupun prosedur.

"Jika memang ada kesalahan ataupun kecurangan, silakan dilakukan sesuai jalur dan wadahnya. Kita sangat menolak adanya makar maupun people power. Lebih baik kita semua bermusyawarah dan ciptakan perdamaian. Kita mendukung TNI dan Polri bertindak tegas," pungkasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR