Tidak Punyak Keluarga Tukang Tambal Ban Meninggal Usai Mandi Sungai Denai

Rabu, 26 Juni 2019 | 10.37 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Malangnya peria rentan bernama Ibrahim (70) warga Villa Jaya Desa Kiambang Kabupaten Padang Pariaman, yang berpropesi sebagai tukang tambal ban dan jual bensin eceran dijalan Tuba III Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai. Pasalnya, ia ditemukan warga tewas diatas becak betor mesin miliknya sendiri, Selasa (25/6/2019) sekira pukul 16:00 Wib. Padahal sebelum korban tewas, warga sempat melihat korban mandi disungai Denai.

Informasi yang beredar, korban ditemukan tewas oleh warga sekitar bernama Motel (43). Lalu warga tersebut memberi tau kepada Kepala Lingkungan setempat, dan Kepala Lingkungan langsung melaporkan kepada Polsek Medan Area.

Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, melalui Kanit Reskrim Iptu A.L.P Tambunan kepada Setarapost.com, mengatakan" Yang pertama melihat jenazah korban yang sudah tergeletak diatas becak betor mesin miliknya,warga sekitar. Awalnya warga sudah mulai curiga dengan korban yang seperti tidak bernyawa lagi. Lalu warga melaporkan ke Kepling, dan langsung diteruskan kepada kami.

" Begitu dapat laporan, bahwa warga menemukan korban tewas. Team (Pegasus) Polsek Medan Area yang dipimpin langsung Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, dan saya sendir. Menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengecek kebenaran, atas informasi tersebut. Setelah kita cek, korban memang sudah tidak bernyawa lagi. Lalu kita memanggil Team Inafis Polrestabes Medan" Ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu. A.L.P.Tambunan.

A.L.P.Tambunan menerangkan, dari hasil pemeriksaan Team Inafis Polrestabes Medan, tidak ada tanda - tanda kekerasan ditubuh korban  ditemukan. Di duga korban tewas karena mengalami sakit. Kita pun berusaha mencari sanak pamili korban, tapi warga sekitar menyatakan korban tidak mempunyai keluarga di Medan. Semasa hidupnya, korban hanya hidup sebatang kara. Lalu jenazah korban kita bawak ke RS.Bhayangkara Medan, sambil menunggu keluarganya datang. Ucapnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR