Warga Resah Kabel Listrik Milik PLN Berapi

Selasa, 04 Juni 2019 | 11.58 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 
Perusahaan Listrik Negara PLN (Persero) Medan diduga mengabaikan pengaduan masyarakat. Pasalnya, warga Jalan Perintis Kemerdekaan takut dengan gardu Listrik milik PLN tepatnya didepan pagar kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BPSDM) Pemprovsu mengeluarkan api.

Terutama untuk anak - anak yang tidak tau kabel yang terpasang digardu PLN tersebut , sering mengeluarkan api. Makanya warga sekitar berharap,  PLN segera memperbaikki kabel yang terpasang digardu tersebut.

Beberapa warga saat ditemui wartawan, Senin (03/06/2019) mengatakan" Kabel yang terpasang digardu itu sudah dua bulan putus, bahkan sudah kami laporkan sama petugas PLN. Tapi laporan kami  seperti tidak ditanggapi petugas PLN. Apa harus menunggu memakan korban dulu baru kabel yang terputus digardu ini, diperbaikki petugas PLN. Akibat kabel listrik yang terpasang digardu ini putus, masyarakat pejalan kaki yang biasa  melewati trotoar ini jadi takut, terutama untuk anak -anak" Pungkasnya

" Sudah berkali - kali saya hubungi petugas PLN melalui seluler. Tapi jawaban petugas PLN tersebut  hanya bilang,  iya nanti kami datang. Sampai dinihari pun tidak datang - datang petugas PLN nya bang. Yang kami khawatirkan apabila hujan turun  kabel listrik yang terpasang digardu ini,  mengeluarkan api sehingga mengenai dinding kantor BPSDM ini.  Kalau abang tidak percaya tanyak sama tukang tambal ban itu" Lanjut salah satu pegawai BPSDM Pemprovsu.

Tukang tambal ban berinisial (RS) membenerkan apa yang diucap pegawai BPSDM Pemprovsu tersebut.

"  Kami sangat khawatir dengan kabel putus yang terpasang digardu milik PLN. Dan yang kami takuti lagi apabila kontak mengenai pagar gedung BPSDM ini, kan sangat berbahaya kali. Saya sudah dua tahun mangkal tambal ban didepan kantor BPSDM ini, makanya kami tau persis sudah dua bulan kabel listrik yang terpasang digardu milik PLN putus.

" Kami juga meminta kepada petugas PLN segera memperbaikki kabel listrik yang terpasang digardu putus, dan jangan hanya dilakban saja. Karena rawan buat anak - anak pejalan kaki, yang melintas ditrotoar ini" Tegas RS yang langsung diaminkan warga Jalan Perintis Kemerdekaan/ Jalana Ngalengko. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR