Diduga Korupsi 10 M, Kejari Deliserdang Tahan 5 Pejabat PDAM Tirtanadi

Jumat, 19 Juli 2019 | 22.50 WIB

Bagikan:
Kelima tersangka pejabat PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang saat digiring tim Penyidik Pidsus Kejari Deliserdang dan berbaris sambil menutup mulut pakai masker memasuki mobil tahanan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubukpakam. (Foto: SIB) 
Setarapost.comPenyidik Kejaksaan Negeri Deliserdang akhirnya menahan lima tersangka kasus korupsi di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang, Kamis (18/7) sore.

Kelima tersangka itu adalah 3 Kepala Cabang (Kacab) inisial AA, BK dan P, sedangkan 2 tersangka lagi yakni LS dan ML merupakan Kepala Bagian Keuangan, kelimanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam diruang penyidik unit Pidana Khusus Kejari Deliserdang.

Usai dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, sekira pukul 16.17 WIB, Kelimanya langsung digiring dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan Kejaksaan untuk diantarkan dan dititipkan sementara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubukpakam.

Sebelum meninggalkan Kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang dan masuk mobil tahanan, kelima tersangka berbaris dan saling memegang pundak menggunakan masker untuk menutupi mulutnya, sesekali kelima tersangka berusaha untuk menghindari kamera dan kerumunan wartawan.

Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Harli Siregar SH MHum dampingi Kasi Pidsus, Afrizal Chair SH MH dan Kasi Intelijen, Muhammad Iqbal SH MH menjelaskan kepada sejumlah wartawan bahwa perkara dugaan tindak pidana korupsi di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang sejak tahun 2015 lalu dan sudah masuk dalam tahapan penyelidikan pada Februari 2019.

Penyidik Kejari Deliserdang melakukan penahanan dalam rangka mempercepat proses pemberkasan karena telah memenuhi syarat subjektif dan objektif terhadap perkara korupsi, setelah pihak peyidik Pidsus mengumpulkan barang bukti termasuk melakukan penggeledahan di Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang yang berdomisili di Kecamatan Tanjungmorawa.

Kelima tersangka yakni dua orang merupakan Kepala Bagian Keuangan dan tiga lagi merupakan Kepala Cabang Tirtanadi Cabang Deliserdang. Dari kelima tersangka itu ada yang sudah berstatus pensiun dan ada yang masih aktif bertugas di PDAM Tirtanadi. Kasus dugaan korupsi ini terjadi mulai Januari 2015 hingga Tahun 2018.

Modus kelima tersangka korupsi dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional dengan melakukan penggelembungan anggaran atau mark up anggaran di mana nilai cek pengambilan uang sama sekali tidak sesuai dengan voucher atau surat perintah membayar yang telah diterbitkan.

Kebutuhan biaya operasional diajukan Kabag Keuangan, lalu mendapat persetujuan dari Kepala Cabang. Setelah melakukan pencairan uang ke bank, selanjutnya diterbitkanlah cek. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata cek tersebut di markup terjadi selisih uang sebesar Rp 10,6 miliar sejak tahun 2015 hingga 2018.

"Setelah kita lakukan penyidikan dan penyelidikan, maka hasil hitungan sementara terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 10,6 miliar. Untuk hitungan kongkritnya masih dilakukan oleh ahli dari pihak BPKP di Medan" tegas Kajari Deliserdang, Harli Siregar. 



Sumber: hariansib.com
Bagikan:
KOMENTAR