Kadis dan Sekretaris Kominfo Siantar Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program Smart City

Rabu, 17 Juli 2019 | 13.57 WIB

Bagikan:
Gedung Kejari Siantar. (Foto: hetanews) 
Setarapost.comDiduga korupsi pengadaan barang dan program Smart City tahun 2017 yang mengakibatkan kerugian negara Rp 400 juta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemko Pematangsiantar Posma Sitorus (PS) dan Sekretaris Acai Sijabat (AS) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Pematangsiantar.

Hal tersebut disampaikan Kasi Pidsus Kejari Pematangsiantar Dostom Hutabarat kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/7) sekira pukul 17.00 WIB. Katanya, penetapan kedua tersangka setelah pihaknya melakukan rapat internal di Kejari Pematangsiantar belum lama ini.

Diterangkan Dostom, kedatangan AS yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan barang dan program Smart City tahun 2017, untuk pemanggilan pemeriksaan lebih lanjut di Kejari Pematangsiantar.

"Dia itu (AS red) kita lakukan pemanggilan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Kejaksaan. Ada sekitar satu jam lebih tadi kita lakukan pemeriksaan. Seyogianya terhadap PS juga dilakukan pemeriksaan, namun tak bisa hadir karena ada tugas penting. Untuk itu akan dipanggil lagi guna pemeriksaan lebih lanjut pasca penetapannya sebagai tersangka bersama inisial AS," katanya.

Menurut dia, pengadaan barang Smart City yang digunakan di Kominfo itu terkait kegiatan media komunikasi jaringan internet yang anggarannya ditampung di APBD tahun 2017 lalu. Konon yang seharusnya mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan, namun pihak Kominfo tidak butuh pendampingan, akibatnya terjadi dugaan korupsi hingga mengakibatkan kerugian negara Rp 400 juta.

Lebih lanjut diterangkan dia, tidak menutup kemungkinan angka kerugian itu bisa saja bertambah. Pihaknya akan mendalami lagi penyidikan terhadap keduanya yang ditetapkan tersangka." Kalau cerita kerugian bisa saja bertambah, bahkan tak menutup kemungkinan lagi oknum Kominfo lainnya bisa terjerat kasus ini. Kita minta semua pihak tenang dan kami pasti akan menindaklanjuti penyidikan kasus ini," paparnya.

Terpisah, AS saat dimintai tanggapan seputar penetapan dirinya jadi tersangka tidak berkomentar banyak," Mulakma jo (pulanglah dulu)," ucap AS sambil berjalan keluar menuju mobilnya yang diparkir di luar Kantor Kejari Pematangsiantar. 



Sumber: hariansib.com
Bagikan:
KOMENTAR