KBM: Siap Mengawal Pemerintahan yang Pancasilais

Senin, 08 Juli 2019 | 13.31 WIB

Bagikan:
Setarapost.comDewan Pimpinan Nasional Keluarga Besar Marhaenis menyelenggarakan Halal Bihalal dan Haul Bung Karno di Restaurant Handayani Matraman Jakarta timur (Minggu, 7 Juli 2019). Acara tersebut dilaksanakam dalam nuansa kekeluargaan dan sederhana dengan tausiah dan panjatan doa serta diskusi Kebangsaan dengan penyampaian sepatah kata dari perwakilan organisasi se-azas.

Prof. Dr. Sudigdo Adi dalam sambutannya mengajak semua Keluarga Besar Marhaenis berkomitmen membumikan Pancasila yang tidak membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan Golongan (SARA) serta menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sudigdo Adi lagi menegaskan kepada Keluarga Besar Marhaenis agar senantiasa satunya kata dan perbuatan  yaitu dalam setiap ucapan dan sikapnya mencirikan pribadi-pribadi yang Pancasilais sebagaimana para Founding Father dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Salah satu cirinya adalah menjauhkan diri dari sikap koruptif, menebar kebencian dan berita bohong. Dahulu para perjuang kemerdekaan selalu berbeda pandangan politik tapi semangat itu kemudian dijadikan motivasi untuk mempertajam dialektika perjuangan Indonesia merdeka bukan politik pecah belah ala Belanda devide et impera.

Dr. Harjono, Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi selama 2 periode (2003-2008, 2009-2014) dan sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang juga anggota Dewan Ideologi DPN KBM menegaskan Indonesia merdeka tidak terlepas dari kepeloporan perjuangan para pendiri bangsa yang selalu mengutamakan Persatuan dan Kesatuan bangsa, namun beberapa dekade terakhir dengan menguatnya politik identitas, menandakan jatidiri bangsa mulai menurun sebagai sebuah bangsa harus mencerminkam budaya nasional dan budaya keIndonesiaan yang kuat. Pada pesta-pesta demokrasi kita belakangan ini, benturan horizontal antar anak bangsa khususnya argumentasi-argumentasi di ruang publik sudah banyak meninggalkan adat bangsa Indonesia, budaya ketimuran yang beradab, namum syukurlah kita masih memiliki Pancasila yang di gali dari bumi Indonesia oleh Bung Karno.

Ada dua arus besar ideologi transnasional yang menjadi ancaman nyata NKRI Yaitu ekstrimisme kanan yang sering disebut radikalisme yang menghamba pada ISIS dan liberalisme dengan kebebasan yang sebebas-bebasnya. Ia menghimbau segenap elemen bangsa harus melawan segala bentuk ideologi yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dengan semangat persatuan dan kesatuan serta persaudaraan segenap anak bangsa.

Sedangkan Gatot Tjahyono, Anggota DPRD Jawa Barat, Waketum DPN KBM mengatakan saatnya segenap marhaenis dan organisasi marhaenis menyatukan persepsi dalam suatu program bersama dan  kader-kader marhaenis harus masuk di eksekutif, legislatif, lembaga non kementerian serta BUMN agar tetap kokohnya Pancasila dalam kerja-kerja pemerintahan.

Gus Sholeh MZ dalam Tausyiahnya menegaskan dengan menguatnya Politik Identitas di Indonesia belakangan ini sangat mengkhawatirkan karena membahayakan keutuhan NKRI, dibubarkannya HTI tidak menyelesaikan masalah karena tidak di ikuti oleh keputusan pemerintah untuk melarang pentolan-pentolannya mendirikan organisasi lain. Sekarang ini mereka sudah menyebar ke berbagai organisasi lain yang bertujuan sama dengan HTI, ujarnya

Selain itu, pentingnya membumikan Pancasila untuk di ajarkan di dunia pendidikan dan pegawai-pegawai pemerintah harus dibina dengan penanaman mental melalui Pemahaman Pancasila.

Adapun acara Halal Bi Halal dan Haul Bung Karno juga dihadiri dan pemberian sepatah kata dari perwakilan organisasi se-azas antara lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Wanita Nasional Indonesia, Pengurus Yayasan Marinda, Ketua Yayasan Putera Nasional Indonesia, Sekjen Presidium Kesatuan Buruh Marhaenis, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Demokrat Indonesia, Penasehat Dewan Pengurus Nasional Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Aktivis Lembaga Kebudayaan Nasional, Bendum Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, Ketua Ikatan Alumni Doktor Unpad, Aktivis Gerakan Nelayan Marhaenis, Aktivis Gerakan Pemuda Marhaenis, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Sarinah, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Banteng Indonesia dan terlihat ada juga organ relawan salah satu Pendukung Capres Pemilu 2019 kemarin. (ril/kbm)
Bagikan:
KOMENTAR