Pak Kapolri, Tolong Ditertibkan Aktivitas 303 di Tebing Tinggi Ini!

Rabu, 10 Juli 2019 | 21.49 WIB

Bagikan:
Ilustrasi 
Setarapost.comLokasi bisnis judi samkwan masih terus beroperasi di wilayah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Tepatnya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto KM 2, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu.

Menurut informasi yang beredar, apabila dirazia pengelola akan menutupnya sementara, setelah aman lalu buka lagi. Pemainnya juga sudah dikoordinir.

Salah seorang sumber yang minta namanya tidak dipubliasikan mengaku dirinya telah berkali-kali memberikan laporan kepada pihak yang terkait. Namun, hingga saat ini belum mengambil tindakan tegas.

Dia juga mengaku pada malam hari aktivitas judi Samkwan atau judi dadu di lokasi tersebut semakin menjadi-jadi. Malah, menurut pantauannya, lokasi tersebut diduga dijaga oleh oknum berpakaian preman.

“Dari pertama buka, permainan judi samkwan disitu hanya tutup kalau ada kabar mau dirazia,” ujar sumber yang merupakan warga Tebing Tinggi.

Tak hanya permainan judi dadu, dia menduga didalam bangunan eks kilang padi itu juga terdapat arena laga ayam dan mesin judi ikan.

“Saya dengar-dengar semuanya ada disitu, ada arena laga ayam dan mesin judi ikan,” lanjutnya.

Tak tangung-tanggung, sambung dia, omzet per harinya permainan judi di kawasan jalan lintas Tebing Tinggi-Pematang Siantar ini mencapai ratusan juta per hari dan dibagi dalam beberapa shift.

“Omsetnya ratusan juta satu harinya,” duganya.

Sebenarnya, dilanjutkan sumber lagi, warga sudah lama berharap agar pihak kepolisian turun melakukan penggerebekan ke lokasi tersebut.

“Kurasa gak mungkin aparat tidak mengetahui keberadaan judi itu,” ketusnya.

Sementara, ada berbagai kalangan menilai kapan, dimanapun dan jenis judi apapun tidak bisa dibiarkan. Sebab, aktivitas judi lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan sehingga aparat penegak hukum perlu segera menyikapinya.

”Pihak pemerintah terdekat seperti Kepling, Lurah atau Camat terkait, kenapa seakan-akan tidak tahu dan terkesan,” pungkasnya.

"Kami dengar-dengar lokasinya mau pindah. Mungkin mereka gerah," katanya.

"Pak Kapolri, tolong aktivitas 303 ditertibkan di Tebingtinggi ini, pak!" pintanya.
Bagikan:
KOMENTAR