Warga Tiga Desa Demo PLTU Pangkalansusu, Ini Tuntutannya

Rabu, 24 Juli 2019 | 04.02 WIB

Bagikan:
Ratusan warga Pangkalansusu didominasi kaum perempuan melakukan aksi unjukrasa dengan meletakkan keranda mayat untuk memblokade jalan menuju lokasi mega proyek PLTU Pangkalansusu, Selasa (23/7). (Foto: hariansib.com) 
Setarapost.comRatusan warga memblokade jalan dengan meletakkan sebuah keranda mayat . Aksi demo yang didominasi kaum perempuan itu memblokir akses jalan menuju lokasi mega proyek PLTU Pangkalansusu, Selasa (23/7).

Akibat aksi demo tersebut, ratusan pekerja PLTU yang hendak masuk maupun pulang kerja sempat terhalang, bahkan puluhan mobil pribadi dan angkutan barang terpaksa antrian panjang pada Selasa sore itu.

Aksi unjukrasa warga dari tiga desa yakni Desa Pintu Air, Sei Siur dan DesaTanjungpasir Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat itu sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut.

"Warga memblokir jalan lantaran kesal terhadap sejumlah perusahaan kontraktor pembangunan PLTU Pangkalansusu yang dianggap tidak adil dalam rekrutmen tenaga kerja," ujar Hj Aminah, salah satu tokoh perempuan Pangkalansusu. 

Dikatakan, jauh sebelumnya proyek itu dimulai sudah ada ratusan warga sekitar area proyek yang memasukkan lamaran pekerjaaan ke sejumlah perusahaan kontraktor di PLTU, namun sejauh ini nasib mereka belum juga jelas.

Sementara puluhan warga yang berasal dari luar Pangkalansusu, lanjutnya, sudah banyak bekerja di PLTU, tapi permohonan warga setempat terkesan diabaikan. " Makanya hari ini kami ingin mendapat jawaban yang pasti dari manajemen perusahaan bersangkutan.Jika tidak ada jawaban yang pasti dari masing-masing manajemen perusahaan selaku pihak penerima tenaga kerja, aksi demo akan terus berlanjut hingga tuntutan warga dipenuhi", terang Hj Aminah.

Sementara itu, Camat Pangkalansusu T Fahrizal bersama jajaran Polres Langkat serta anggota Koramil 15 Pangkalansusu berusaha menemui warga untuk duduk bersama guna mencari solusi.

Pada kesempatan itu, Fahrizal berharap agar masing-masing pihak manajemen kontraktor dapat memberi kesempatan bekerja kepada warganya. "Kepada warga diminta agar tidak melanggar hukum, tapi mari ciptakan situasi yang kondusif", imbaunya.

Para pengunjukrasa kemudian membubarkan diri menjelang magrib itu, setelah perwakilan PT Palma, PT Duta, PT Tisa Lestari dan PT Serbaguna memenuhi sebagian tuntutan warga. Keempat perusahaan tersebut berjanji akan menerima 15 orang tenaga kerja dari warga Desa Pintu Air, Tanjungpasir dan Desa Sei Siur.




Sumber: hariansib.com 
Bagikan:
KOMENTAR