Gawat, Begal Ngaku Polisi Keliaran di Kota Medan, Sepasang Kekasih Nyaris Jadi Korban

Minggu, 04 Agustus 2019 | 11.59 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Pembegal banyak memakai cara untuk menjalankan aksinya, buat merampas sepeda motor para korbanya. Dengan itu, masyarakat kota Medan sekitarnya harus tetap waspada. Pasalnya, para begal selalu mengintai sasaranya dimanapun pengendara sepeda motor melalui jalan yang dilalui.

Seperti yang dialami sepasang kekasih bernama Ari (19) warga Jalan Pasar Merah dan Dinda (18) warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, yang mengendarai sepeda motor Yamaha bebek warna Kuning. Saat melintas dijalan Sisingamaraja tepatnya didepan loket KUPJ, nyaris  disikat dua begal yang mengaku Polisi menaikki mobil Avanza warna Hitam dengan nomor Polisi BK 1732 SH.

Hironisnya selain ingin merampas sepeda motor korban , kedua begal yang mengaku Polisi memaksa Dinda masuk kedalam mobil, dengan alasan akan memberi tau kepada orang tua mereka. Yang lebih parah lagi, Ari kekasih Dinda ditampar kedua begal tersebut.

Informasi yang beredar, peristiwa yang dialami sepasang kekasih ini, Sabtu (03/08/2019) malam. Saat itu Ari dan pacarnya Dinda lagi berdiri dijalan sambil melihat sepeda motor miliknya. Tiba - tiba, didatangi kedua pelaku yang menaikki mobil Avanza warna Hitam BK 1732 SH.

"Kedua orang itu melihati dan mengemob dengan kata-kata kalian suami istri, aku jawab kami pacaran. Lalu mereka katakan lagi, Ini sepeda motor bodong, mana surat-suratnya, motor mau di bawak dan ditilang tak ada cerita.Masuk kau kedalam mobil (menyuruh Dinda), lagi pelaku memaksa. Uda kau masuk kedalam mobil, biar ku telepon orang tua mu dan ku antar kau pulang,"Ucap Dinda menirukan perkataan kedua pelaku.

Lanjut Dinda, lalu Ari melarang masuk kedalam mobil kedua pelaku itu. Tapi kedua pelaku menampar Ari, dan saya disuruh masuk kembali kedalam mobil oleh kedua pelaku. Lalu  Ari melarang kembali  untuk masuk kedalam mobil tersebut.

" Disitu kedua pelaku mengaku Polisi dan menyuruh agar teman-temannya datang dengan mengatakan turunkan 02, semua anggota turun." Yang nelepon menyuruh agar teman-temanya datang dengan mengatakan turunkan 02, semua anggota turun."Beber Dinda.

Sementara ditempat yang sama beberapa orang warga yang di ketahui  Gojek bernama Fitri dan seorang rekannya yang merasa curiga terus memantau aksi kedua pelaku, dan bahkan dari kejauhan  Gojek ini memvideokan.

Melihat aksi kedua pelaku semakin menjadi, Fitri dan rekan langsung mengejar sambil berteriak, petengkaran pun terjadi. Fitri dan rekannya marah dan mengatakan, kalau bapak seorang Polisi jangan begitu kepada masyarakat.

"Kami diam dari tadi nengok apa yang bapak lakukan, perbuatan bapak telah kelewatan batas,"ucap Fitri dan rekanya.

Sambung Fitri, jika dua pelaku yang tidak dikenal ini mengaku polisi tidak menyebutkan polisi dari mana lalu mau mengambil kereta korban  dan mau membawa perempuan itu dan memaksa
nya masuk kedalam mobilnya.

" Kalau mereka itu polisi sesungguhnya harus memberitahu Polisi dari mana tidak seenaknya seperti itu, apa lagi sampai berbuat kasar terhadap warga,"Ucap Fitri kesal.

Pantauan dilokasi terlihat suasana makin memanas dan warga yang mengetahui ada keributan berdatangan, takut warga semakin emosi pelaku memakai kaos biru menyandang tas langsung mengode temenya yang dengan ciri-ciri pincang untuk mengajak pergi.

Mengetahui dirinya di kode orang yang dengan ciri-ciri pincang itu sambil berjalan sembari menelepon yang suara jelas terdengar menyebutkan,turunkan semua pasukan, bawak kesini pasukan. Dan tak lama kemudian kedua pelaku naik kemobilnya dan langsung tancap gas meninggalkan korban dan warga yang masih berkumpul.

Sebelum menaiki mobilnya, seorang pelaku memakai baju kaos biru menyandang tas sempat bersitegang dengan wartawan yang mengabadikannya.

" Kau tandai wajah ku ya,"ucap pria itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke bagian wajahnya.

Menyikapi hal itu wartawan media ini, tidak memperdulikannya dan tetap mengabadikan pelaku hingga menaiki mobilnya dan saat mobil pergi,   wartawan juga sempat mengabadilan plat nomor Polisi mobil tersebut.

Sedangkan kedua korban, setelah selamat dari cengkeraman pria tak di kenal itu ditemani Fitri dan dua rekannya sesama Gojek dan wartawan langsung mendatangi Mapolsek Patumbak guna membuat laporan.

Namun dikarnakan malam telah larut ( Dini hari) kedua korban mengurungkannya dan meminta kepada petugas SPK Mapolsek Patumbak agar laporannya di tunda besok siang saja. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR