Perampok Uang Rp. 411 Juta di Irian Supermarket Berhasil Diciduk Polisi

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 00.21 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Kesigapan team Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polrestabes Medan yang bergabung dengan Polsek Medan Kota, cepat menangkap pelaku perampokan uang senilai Rp.411 juta, didepan Irian Supermarket Jalan Bahagia, Kecamatan Medan Kota, Kamis (01/08/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jum'at (02/08/2019), membenerkan sudah menangkap pelaku perampokan uang senilai Rp.411 Juta, didepan Irian Supermarket.

" Ia bener bang kita sudah menangkap pelakunya. Pelaku ditangkap atas kerjasama team (Pegasus) Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota" Ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira.

Saat disinggung mengenai penangkapan dan apa motifnya serta identitas pelakunya, Putu Yudha belum dapat memberi keteranganya sama sejumlah wartawan.

 Putu Yudha menjelaskan, bahwa para pelaku membawa kabur uang senilai Rp 411 juta dari petugas pengisi ATM saat petugas mau  memasukkannya ke mobil Isuzu Panther dengan nomor polisi B 1005 SKV.

Dalam rekaman CCTV , bahwa pelaku berjumlah dua orang kawanan. Satu mengendarai sepeda motor matik dan rekannya tampak sudah mengikuti saat petugas Abacus mengambil uang dari Irian Supermarket.

Uang yang berada dalam tas itu awalnya dipanggul dan saat akan dimasukkan ke dalam brangkas, uang itu ditaruh di bawah dekat brangkas.

Saat itulah, pelaku lalu merampas uang dan langsung melompat naik ke sepeda motor yang sudah bersiaga. Korban dan beberapa rekannya serta penarik becak yang berada di lokasi sempat berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku sudah keburu tancap gas.

"Pelaku ini memanfaatkan kelengahan korban dan langsung mengambil tas yang berada di depan brangkas saat akan dimasukkan. Lalu ia membawa lari uang," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira.

Lanjut Putu, dalam aksi yang terbilang nekat dilakukan pada siang bolong itu, tidak ada kekerasan sama sekali yang dilakukan.

"Tidak ada kekerasan atau ancaman dalam aksi itu," Jelas Putu. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR