Rumah Kampung Narkoba Dan Tempat Prostitusi Jermal 15 Di Robohkan 3 Pilar

Rabu, 14 Agustus 2019 | 21.53 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Mantap 3 pilar merobohkan rumah narkoba yang sekaligus tempat prostitusi dijalan Jermal 15 ujung tanah garapan perbatasan Kecamatan Medan Denai, Selasa (13/8/2019) sekira pukul 14:30 Wib.

Tiga pilar yang merobohkan  rumah narkoba dan tempat prostitusi ialah Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, S,Sos, MH,  Danramil 03 dan Camat Medan Denai Ali Sipahutar, S. STP, MAP. Yang diikutkan juga Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto beserta Danramil 17.

Maksud dan tujuanya rumah narkoba yang sekaligus tempat prostitusi dirobohkan. Agar masyarakat sekitar jalan Jermal 15, dapat lebih aman dan nyaman.

Karena selama ini masyarakat sekitar, sudah resah dengan adanya rumah yang dijadikan tempat transaksi narkoba dan prostitusi dijalan Jermal 15 unjung tanah garapan.

Rumah narkoba dan tempat prostitusi dirobohkan, diawali dari tokoh agama yang menghancurkan tembok rumah tersebut pakai martil besar dan dilanjutkan Danramil 03, Camat Medan Denai Ali Sipahutar, S. STP , Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, S,Sos, MH dan tokoh masyarakat.

Informasi yang didapat 2 unit rumah yang dijadikan tempat transaksi narkoba dan prostitusi diratakan pakai beko. Disitu, telihat masyarakat berkumpul dilokasi menyaksikan 2 unit rumah tersebut dihancurkan berkeping - keping pakai beko.

Penghancuran rumah maksiat ini, atas perintah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr.Dadang Hartanto kepada Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, S,Sos MH. Untuk  membantu menghancurkan 2 unit rumah narkoba dan prostitusi, diwilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, agar dapat bersih dari narkoba.

" Kami sangat  berterima kasih sekali kepada pihak Kepolisian, TNI dan pihak pemerintahan Kecamatan Medan Denai. Yang telah menghancurkan ruma yang dijadikan tempat transaksi narkoba dan prostitusi, diseputaran tempat kami tinggal. Selama ini, kami sudah sangat resah sekali adanya rumah yang dijadikan tempat transaksi narkoba dan prostitusi ini. Kami takut memberi tau sama pihak Kepolisian, karena selama ini kami dapat ancaman dari para bandar narkoba itu bang. Sebelumnya sudah ada warga sekitar sini,   menegur para bandar itu bang. Tapi malah yang menegur itu dapat ancaman bang, makanya kami takut memberi tau sama pihak Kepolisian bang" Ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Masih dikatakan warga, selama rumah narkoba dan tempat prostitusi itu beroperasi. Pegawai Kecamatan Percut Sei Tuan pun  sering datang kerumah narkoba itu bang. Ngapai mereka kerumah narkoba itu  kami tidak tau bang, dugaan kami paling mereka beli narkoba atau melakukan maksiat juga bang" Pungkas warga lainya. (Afd/ W LBS)
Bagikan:
KOMENTAR