Hasil Kreasi Kelompok Disabilitas Akan Dipajang di Sidimpuan Expo 2019

Selasa, 15 Oktober 2019 | 20.20 WIB

Bagikan:
Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Padangsidimpuan Ahmad Rizki Hariri Hasibuan,SSTP,MSP

Padangsidimpuan – Setarapost.
Para penyandang disabilitas asal Kota Padangsidimpuan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah sebuah halangan setiap orang untuk berkarya dengan bersama-sama memproduksi berbagai kreasi kerajinan tangan yang unik dan kreatif.

Kerajinan tangan hasil buah tangan para penyandang disabilitas ini tidak kalah dengan kerajinan kerajinan tangan seperti yang dijual di pasar pasar. Tampilan dan bentuk punya ciri khas tersendiri menggunakan limbah kayu yang disulap jadi kerajinan yang bernilai jual.
Terdapat  berbagai macam kerajinan tangan yang dihasilkan komunitas beranggotakan puluhan orang itu. Hasilnya pun cukup memuaskan. Melalui berbagai kreasi tersebut, mereka bisa membuat asbak roko, Pot bunga, tempat tissu dan berbagai hiasan pernak pernik yang berbahan dasar limbah kayu.

" Kita sangat mengapresiasi para kelompok disabilitas ini  sebab  keterbatasan tidak membuat mereka putus asa. Kegigihan dan keinginan serta tekat mereka yang tinggi patut kita dukung, karena itu hasil karya mereka akan kita pajang di Padangsidimpuan Expo 2019 Pameran HUT kota Padangsidimpuan ke 18  ,"ujar Plt Kadis Perdagangan Kota Padangsidimpuan  Ir Ridoan Pasaribu melalui Sekretaris Ahmad Rizki Hariri Hasibuan,SSTP,MSP kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 15 Oktober 2019.

Dikatakannya,  kerajinan kelompok disabilitas ini ada yang dikerjakan di rumah masing-masing dan ada pula yang dikerjakan secara berkelompok dan membentuk komunitas yang beralamat di jalan Solo Padangsidimpuan Utara  dengan  tujuan melakukan misi sosial untuk memberdayakan para penyandang disabilitas dengan mengajak saudara saudara yang senasib untuk berkarya melalui pembuatan kerajinan tangan.
Harga hasil kerajinan kelompok disabilitas ini dibandrol dengan harga yang berpariasi, mulai dari Rp.50.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan bahan produksinya. (Saut Togi Ritonga)
Bagikan:
KOMENTAR