ISNU Sumut Di Butuhkan Perda Penempatan Ruang Ibadah Representatif.

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10.16 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Untuk penempatan ruang ibadah Representatif. Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara ( PW ISNU Sumut), menggelar seminar Nasional, Kamis (10/10/2019) Di Tiara Convention Center Medan, guna Evaluasi pubkli terhadap penempatan Ruang Ibadah Representatif dalam gedung, Fasilitas umum dan tempat wisata di Sumut.

Ketua PW ISNU Sumut Dr. H.Nispul Khoiri, MA, mengatakan" Kegiatan seminar ini penting dilakukan, guna terwujudnya pemahaman kepada pemerintah, masyarakat dan pengusaha tentang urgensya ruang ibadah yang layak menjadi tempat ibadah didalam gendung, fasilitas umum dan tempat wisata. Terwujudnya ruang ibadah yang layak menjadi tempat ibadah didalam gedung,  fasilitas umum dan tempat wisata. Terciptanya peraturan Daerah tentang penempatan ruang ibadah yang layak didalam gedung, fasilitas umum dan tempat wisata" Ujarnya.

Menurut Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag." Jika kita perhatikan khususnya dikota Medan sebagai contoh, belum terlihat secara menyeluruh adanya penempatan ruang ibadah representatif dalam gedung, fasilitas  umum dan tempat wisata. Secara kuntitas harus kita akui bahwa pertumbuhan perkembangan rumah ibadah / ruang ibadah telah mengalami perkembangan cukup pesat, terutama dikota Medan. Tidak dinafikan kehadiran ruang ibadah didalam gedung atau fasilitas umum telah mencukupi. Namun yang harus menjadi perhatian serius adalah tingkat kelayakan dari penempatan ruang ibadah. Kelayakan dimaksud adalah dilihat dari aspek aksesbilitas, kejelasan orientasi, pemisahan gender ( pria - wanita) dan standarisasi kesehatan. Dalam konteks ruang shollat umat islam misalnya (Musholla),  kadang - kadang ruang ibadah ditempatkan pada fasilitas ruang parkir, lokasi bongkar muat barang, tempat pembuangan sampah dan lainya, yang sesungguhnya belum memenuhi kelayakan aksesbilitas, kejelasan orientasi, pemisah gender (pria - wanita) dan standarisasi kesehatan dan lainya. Artinya keberadaan ruang ibadah tersebut belum representatif sama sekali, sebagai tempat ibadah orientasinya harus disucikan, bahkan ditemukan digedung dan fasilitas umum yang tidak memiliki ruang ibadah sama sekali" Ucapnya

Dr. H. Nispul Khoiri, MA, menegaskan" Terdapat hubungan antara penempatan ruang ibadah representati dengan penciptaan masyarakat agamis disebuah daerah. Pertumbuhan rumah ibadah dan penataan ruang ibadah yang representatif akan meningkatkan ghira keagamaan masyarakat. Ruang ibadah yang nyaman, fasilitas lengkap dan letak strategis akan mendorong umat beragama semakin menantapkan kualitas keagamaan. Karena itu PW ISNU Sumut, berharap kepada pemerintah dan pengusaha dalam setiap pendirian gedung, fasilitas umum dan tempat wisata ( Rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, cafe - cafe, SPBU dan lainya ) untuk memperhatikan penyediaan rumah ibadah / ruang ibadah yang layak menjadi tempat ibadah" Paparnya.

Menurut Dr. H. Nispul Khoiri, MA, berbagai kota daerah di Indonesia telah menyadari kebutuhan penempatan ruang ibadah yang layak dalam gedung dan fasilitas umum menjadi kebutuhan penting. Kota Bandung misalnya, melalui Pemerintah Kota Bandung telah menerbitkan / sosialisasikan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 14 tahun 2018 tentang Bangunan Gedung. Subtansi PERDA adalah amanat kepada penyelenggara bangunan kelengkapan sarana dan prasarana ketersedian ruang ibada yang layak. Ruang ibadah dalam PERDA tersebut yakni ruangan pada Bangunan gedung yang digunakan secara tetap untuk melaksanakan kegiatan peribadatan, baik ruang shallat bagi umat islam sebagai agama mayoritas ataupun meditasi untuk penganut agama lainya. Karena itu PW ISNU Sumut merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD untuk memperhatikan ini secara serius dan urgen. Sudah saatnya di Sumut adanya PERDA tentang Penempatan Ruang Ibadah Representatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum dan tempat Wisata" Tegasnya.

Seminar dihadiri oleh para narasumber : Pfof. Dr.KH. Said Aqil Siradj ( Ketua Umum PB NU ), Drs. H.Akhmad Muqowam ( Ketua PB IKA PMII ), Drs. H. Ijeck Rajekshah, M. Hum ( Wagubsu), Feby Joko Priharto (GM PLN Sumut ), Dr. H.Ardiansyah, LC. MA ( MUI Sumut ) Drs. Ance Selian  (Tokoh Muda NU ) dan Dr. H.Nispul Khoiri, MA (Ketua PW ISNU Sumut ) dengan moderator Dr.Aswan Jaya, MA ( Wakil ketua PDIP Sumut ). Afd
Bagikan:
KOMENTAR