Kapolda Sumut Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Sebanyak 35 Kg Dari 7 Tersangka

Kamis, 24 Oktober 2019 | 10.21 WIB

Bagikan:

Medan - Setarapost. Peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 35 Kg, digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, dalam tempo dua minggu. Selain itu, Polisi juga turut menangkap 7 orang tersangka dilokasi berbeda di Sumatera Utara.

Tiga dari tujuh orang tersangka, terpaksa dilumpuhkan Polisi dibagian kakinya pakai tima panas.

Kapolda Sumut Irjend. Pol.Drs.Agus Adrianto SH MH, yang didampingi Dirnarkoba Polda Sumut Kombes Pol. Hendri Marpaung dan sejumlah PJU Polda Sumut, Rabu (23/10/2019) dalam keterangan fres relesnya mengatakan" Awal penangkapan yang dilakukan  Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut terhadap para tersangka, Minggu (13/10/2019) dengan tiga tersangka berinisial EWS, A dan JAN. Ketiganya ditangkap di Jalan Nenas 2 Lingkungan I Kelurahan Suka Ramai Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai dengan barang bukti narkotika sebanyak 4 Kg (4.000 gram) sabu.

"Dari ketiganya diperoleh informasi adanya satu orang lagi yang masih memiliki narkotika sabu di wilayah Binjai," Ucap orang nomor 1 di Polda Sumut Irjend.Pol.Drs.Agus Adrianto SH MH.

Berbekal informasi ini, lanjut Agus, Ditresnarkoba kemudian langsung melakukan penyelidikan dan menangkap seorang pria berinisial S di Jalan Ikan Arwana Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai. Dari tersangka diperoleh narkotika jenis sabu sebanyak 1 Kg (1.000 gram).

"Dari hasil interograsi terhadap S, diperoleh keterangan kembali bahwa ada tiga orang laki-laki tengah membawa narkotika jenis sabu dari Provinsi Aceh ke Sumut khususnya kota Binjai," jelasnya.

Agus menambahkan, atas informasi ini, pada Rabu (16/10/2019) petugas kepolisian melakukan pengejaran dan menghentikan mobil Toyota Avanza B 2657 SKX di pinggir Jalan Medan-Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Saat digeledah, dari bagasi belakang polisi menemukan dua tas jinjing berisi 30 Kg sabu, dan mengamankan satu tersangka berinisial M alias Z.

"Dari hasil interogasi terhadap tersangka M alias Z, diketahui bahwa dirinya ternyata disuruh oleh tersangka F. Tersangka F ini sendiri berperan melakukan pengawalan dengan menggunakan mobil Mitshubishi Expander BK 1759 OW," Pungkas Kapolda Sumut Irjend Pol.Drs.Agus Adrianto SH MH.

Atas informasi ini, petugas kemudian langsung melakukan pengembangan dan mendapati mobil Mitsubishi Expander itu yang dikendarai oleh F bersama FA alias I. Akan tetapi saat digeledah, dari mobil mereka tidak ditemukan adanya narkotika apapun.

Walau begitu, saat petugas akan membawa M alias Z, F dan FA alias I untuk pengembangan ke Kota Binjai, yakni ke tempat mereka akan mengantarkan 30 Kg sabu itu, ketiganya malah melakukan perlawanan.

"Sehingga petugas harus melakukan tindakan tegas terukur dikaki sebelah kanan tersangka F dan FA alias I, serta kaki sebelah kiri tersangka M alias Z," Jelas Kapolda Sumut.


Sementara itu, Direktur Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyebutkan, ketiganya akan dijerat dengan Pasal 111 Ayat (1) atau Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Adapun ancamannya berupa hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp  10 milyar," Terang  Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung. Afd
Bagikan:
KOMENTAR