KPK Geledah Ruang Kerja Walikota Medan

Jumat, 18 Oktober 2019 | 13.29 WIB

Bagikan:
Tim KPK tampak melakukan aktifitas penggeledahan ruang kerja Walikota Medan, Jumat (18/10). (Foto: liputan6)
Setarapost.com Pasca OTT Walikota Medan, Dzulmi Eldin, tim KPK menggeledah kantor Wali Kota Medan, pada Jumat pagi (18/10) mulai pukul 09.00 WIB di Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. Ruang kerja Walikota Medan yang sebelumya disegel kini diperiksa.

Tampak para petugas memeriksa ruang Wali Kota Dzulmi Eldin yang berada di lantai dua. Secara bersamaan, pemeriksaan juga dilakukan di ruang Subbagian Protokoler, Bagian Umum, di lantai dasar.
Sejumlah polisi dari Polrestabes Medan terlihat mengawal proses penggeledahan ini. Mereka membawa senjata laras panjang. Beberapa petugas Satpol PP juga ikut berjaga.
Tak ada keterangan yang diperoleh dari petugas KPK terkait penggeledahan ini.
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, ketika baru saja kembali dari acara Panggung Prajurit yang digelar Polda Sumut dan Kodam I Bukit Barisan di Lapangan Benteng, menemui para jurnalis dan memberi keterangan.

Akhyar mengatakan, penggeledahan yang dilakukan KPK sangat dipersilahkan, dan pihaknya di Pemko Medan siap untuk itu, karena yang dilakukan oleh Lembaga Anti Rasuah itu adalah hak mereka.

Dia juga mengatakan, seluruh staf yang sedang berada di lapangan diminta kembali ke Kantor Wali Kota Medan untuk memantau proses penggeledahan yang dilakukan KPK.

"Silahkan, itu hak KPK, dan kita siap untuk itu, dan kita tidak ada sesuatu hal. Itu hak KPK," kata Akhyar.

Orang nomor dua di Pemko Medan ini menyebut, terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tertangkap KPK, mengenai punishment-nya sudah ada aturannya tersendiri tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pihaknya masih menunggu putusan pengadilan ke depan.

"Setelah inkrah baru bisa dilaksanakan peraturan, baru diambil tindakan. Semua ada aturannya, nanti kita ikuti semua aturannya," sebutnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, terjaring Operasi OTT KPK beberapa waktu yang lalu. Selain Eldin, 6 orang lainnya turut diamankan, dari unsur Kepala Dinas Pekerjaan Umum, protokoler, ajudan Wali Kota, dan dari pihak swasta.

Selain itu, KPK juga mengamankan uang sebesar 200 juta.

KPK juga menetapkan tersangka kepada Kepala Dinas PU Kota Medan, Isa Ansyari, dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dalam kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan di Pemerintahan Kota (Pemko) Medan. (detikcom/liputan6)
Bagikan:
KOMENTAR