Mahfud MD Sebut Ada Orang dari Arab Saudi Bawa Dana Jutaan Dollar ke Indonesia untuk Dukung Radikalisme

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18.57 WIB

Bagikan:
Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam FGD Gerakan Suluh Kebangsaan 
Setarapost.comKetua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengaku mendapatkan informasi tentang adanya orang-orang yang berpaham radikalisme dari Arab Saudi. Mereka ini hendak menuju ke Indonesia dengan membawa sejumlah dana dalam jumlah yang besar untuk mendukung gerakan radikalisme di Tanah Air.
"Sekarang ada info di Saudi Arabia itu terjadi penangkapan-penangkapan terhadap orang radikal. Sudah banyak tertangkap. Tapi, yang belum tertangkap itu banyak yang akan lari ke Indonesia dengan bawa jutaan dolar," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu di Jakarta Selatan, Jumat (16/8).


Dia menduga, uang sebanyak itu akan dipergunakan untuk mendukung gerakan radikal yang ada di Indonesia. Karena itu, Mahfud menyebut Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar diskusi kelompok terpumpun untuk membuat suatu perencanaan atau skenario dalam menghadapi mereka.
"Nah, itulah kita harus imbangi. Kita akan membuat skenario-skenario melalui diskusi terbatas hari ini. Ada ahlinya, tokoh Muhammadiyah Pak Haedar Nashir. Kemudian dari NU, ada Gus Solah," jelasnya.
Diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) itu akan merancang strategi apa saja yang akan digunakan dalam setiap skenario yang ada. Diharapkan strategi itu dapat menjadi masukan untuk penyelengara negara.
"Ini kan dilihat dulu petanya gimana, maka ada BIN (Badan Intelijen Negara) ini. Mana petanya. Sesudah itu, skenario yang ada kita buat strateginya. Baru nanti kita melangkah sendiri kepada negara, harusnya gini, melakukan apa itu nanti akan diketahui dari skenario ini," terang dia.


Gerakan Suluh Kebangsaan diketahui membuat perencanaan skenario untuk menghadapi gerakan radikalisme di Indonesia melalui FGD. Dengan adanya skenario itu, harapan gerakan ini adalah negara dapat mengimbangi paham radikalisme yang dipandang semakin menyebar di tengah masyarakat Indonesia.
"FGD diikuti tidak lebih dari 15 orang pakar di bidangnya masing-masing. Pakar di bidangnya masing-masing untuk membuat skenario planning dalam rangka menghadapi radikalisme," ucap Mahfud.
Dia menyebut, radikalisme dalam konteks ini ialah suatu gerakan yang ingin mengganti sistem dan ideologi yang sudah mapan dan disepakati bersama di Indonesia dengan cara-cara yang nirdemokratis. Gerakan Suluh Kebangsaan disebutnya menolak perubahan dengan cara demikian.
"Apakah kita antiperubahan? Tidak. Kita sadar perubahan itu harus dilakukan. Tapi perubahan kita adalah perubahan gradual. Sistem sudah mantap diperbaiki, berdasar sistem itu, yaitu sistem negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila," tutur Mahfud. (republika
Bagikan:
KOMENTAR