PLN Rayon Medan Denai Di Duga Manipulasi Bengkaknya Uang Listrik Pelanggan

Kamis, 24 Oktober 2019 | 19.32 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Kalangan pengguna listrik, harus  - hati sama petugas pencatat meteran. Pasalnya, sejumlah oknum petugas PT.PLN diduga banyak mencatat meteran tidak sesuai dengan meteran listrik pelanggan. Itu dilakukan petugas pencatat meteran, agar dapat keuntungan besar. Seperti yang dialammi pelanggan PLN Rayon Medan Denai bernama Syamaurizal koto warga Jalan Datuk Kabu Pasar III Tembung. Mengeluh dengan uang listriknya kenak sebanyak Rp.20 juta kurang lebih. Padahal Syamaurizal tiap bulan bayar uang listrik, tapi atas unsur  ketersengajaan petugas pencatat meteran PT.PLN Rayon Medan Denai, agar dapat  meraup keuntungan besar, pelanggan yang dikorbankan.

Syamsurizal Koto yang merasa dirugikan didampingi oleh keponakanya mendatangi PT.PLN Rayon Medan Denai Jalan Prumnas Mandala / Garuda Ujung, Rabu (23/10/2019). Disitu, security PT.PLN Rayon Medan Denai, mengarahkan pelanggan sama kepala bidang atas nama Bonar. Alhasil, keluh Syamsurizal yang disampaikanya sama Bonar kepala bidang PT.PLN Rayon Medan Denai, tidak ada jalan titik temunya.

" Paman saya ini tidak salah, karena ia tiap bulan bayar uang listrik, tapi mengapa bisa kenak uang listrik sebanyak Rp.20 juta kurang lebih.Dan paman saya inipun tidak ada melakukan pencurian listrik. Saat saya pertanyakan sama petugas PT.PLN Rayon Medan Denai Bonar, ia sudah mengakui atas kelalaian petugas pencatat meteran. Tapi paman saya , tetap juga disuruh oleh Bonar bayar uang listri sebesar yang sudah ditentukan PT.PLN Rayon Medan Denai, dengan cara cicil. Karena kami merasa tidak bersalah, buat apa kami bayar uang listrik sebanyak itu. Sudah jelas permasalahan ini, atas kesalahan petugas pencatat meteran, kok dibebankan sama kami" Ucap Yos keponakan pelanggan PT.PLN Rayon Medan Denai Syamaurizal Koto saat dikonfirmasi Setarapost.com.

Lanjutnya Yos, sebelumnya sudah saya jumpai juga Bonar selaku kepala bidang PT.PLN Rayon Medan Denai ini. Tapi Bonar hanya bisa membantu kurangi uang listrik Rp.10 juta, dan sisanya tetap harus bayar juga.

" Ya kami memang merasa tidak bersalah, sepersen pun tidak akan kami bayar. Hironisnya, saat saya ingin menemui pimpinan PT.PLN Rayon Medan Denai bernama Ervi untuk menyampaikan keluh paman saya ini. Bonar membolai kami, awalnya Bonar akan menemui kami sama Ervi selaku pimpinan PT.PLN Rayon Medan Denai, ini malah tidak bisa ditemui dengan berbagai alasan kan aneh. Apa mungkin mereka takut dengan kebobrokan kerjanya yang suka menipu pelanggan" Kesal Yos. 

Kepala Bidang PT.PLN Rayon Medan Denai Bonar saat dikonfirmasi Setarapost.com, diruang kerjanya mengatakan" Itu sudah ketentuan di PT.PLN Rayon Medan Denai, agar pelanggan dapat membayar uang listrik yang dikenakan, walaupun itu kesalahan petugas kita bang. Sebenarnya pelanggan sudah kita bantu, dengan cara hilanggan Rp.10 juta dan sisanya dibayar cicil oleh pelanggan. Tapi pelanggan kita tersebut,  minta  dihilangkan uang listrik yang dikenakan oleh PT PLN Rayon Medan Denai. Silahkan saja pelanggan kalau tidak terima dengan tawaran saya ini, mengadu keatasan dan diberitakan kemedia bang" Ucapnya. Afd.
Bagikan:
KOMENTAR