Soal Lelang Jabatan di Lingkungan Pemprov Sumut, Rudy Hermanto Sarankan Gubsu Gandeng Lembaga Internasional

Rabu, 09 Oktober 2019 | 19.45 WIB

Bagikan:

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Rudy Hermanto. 
Setarapost.comProses seleksi dan penempatan pejabat, baik asisten, kepala badan, maupun kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tak kunjung usai. Padahal proses lelang jabatan sudah memakan waktu berbulan-bulan dengan menghabiskan waktu dan anggaran. Malah yang terjadi proses lelang untuk sembilan jabatan di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi  akan diulang.

Wakil ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Rudy Hermanto, angkat bicara soal sembilan jabatan yang belum defenitif tersebut. 
Rudy menyarankan sebaiknya Gubernur bekerja sama dengan lembaga asing. Dia mencontohkan, proses seleksi dan lelang jabatan yang memakai jasa konsultan pihak lembaga luar negeri pernah dilakukan mantan Bupati Tapanuli Selatan, Ongku Hasibuan.
Mantan anggota DPRD Padang Sidimpuan ini menjelaskan, waktu itu ketika hendak memilih sekretaris daerah, Ongku bekerja sama dengan NGO asing di bawah PBB. Hasilnya terbukti memuaskan dan kwalified. Tidak ada kepentingan lembaga tersebut dalam proses seleksi. 
"Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Bupati Ongku itu, karena pasti lembaga asing itu tidak ada kepentingan menseleksi orang. Akhirnya yang terpilih adalah yang terbaik," ujar Rudy, Rabu (9/10/2019).
Dia mengatakan, tidak ada yang salah jika Gubernur melakukan proses ulang lelang jabatan. Itu artinya dia tidak percaya dengan kandidat yang sudah terpilih. Termasuk juga tidak percaya dengan tim atau panitia yang memilih. Akan tetapi, agar terpilih orang yang lebih baik, harus dilibatkan orang atau lembaga yang lebih independen, lebih mumpuni dan lebih berkemampuan.
Selanjutnya Rudy menerangkan, proses seleksi dan lelang jabatan dapat mengikutkan perguruan tinggi, media atau bahkan anggota DPRD. Masing-masing mengkritisi para peserta lelang, berdasarkan prinsip-prinsip meritokrasi. Bukan karena faktor-faktor lain apalagi bersifat pribadi.
"Kalau mau lebih baik, Gubernur harus melibatkan lebih banyak orang, lebih berpengalaman. Bahkan dari luar negeri bisa diikutkan. Mereka kan tidak kenal pada orang yang mau diseleksi, penilaiannya objektif," tegas Rudy.(medanbisnisdaily
Bagikan:
KOMENTAR